MAKASSAR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus mendorong pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ekonomi sirkular. Salah satunya melalui penggunaan Reverse Vending Machine (RVM) yang memungkinkan masyarakat menukarkan botol dan gelas plastik bekas menjadi poin atau saldo elektronik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman, mengatakan kehadiran RVM menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengembalikan sampah plastik agar dapat didaur ulang.
RVM merupakan mesin otomatis yang dirancang untuk menerima, mendeteksi, serta mencacah kemasan plastik seperti botol dan gelas bekas. Masyarakat yang memasukkan kemasan plastik ke dalam mesin akan mendapatkan insentif berupa poin atau saldo digital.
Saat ini, RVM tersebut telah tersedia di tiga titik di Kota Makassar, yakni Kantor Balai Kota Makassar, Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, dan MCH di Jalan Nusantara.
Teknologi RVM Mallsampah dikembangkan sebagai bagian dari solusi ekonomi sirkular untuk mengurangi timbulan sampah plastik, khususnya di lingkungan perkantoran, sekolah, pusat aktivitas masyarakat, dan ruang publik.
Mesin tersebut dilengkapi teknologi sensor dan kamera yang dapat membantu mendeteksi jenis serta ukuran kemasan plastik secara otomatis sebelum diproses.
Selain membantu mengurangi sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan, sistem ini juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui insentif digital.
Poin atau insentif yang diperoleh pengguna dapat ditukarkan menjadi saldo pada sejumlah layanan dompet digital, seperti GoPay, OVO, ShopeePay, dan layanan lainnya sesuai mekanisme yang tersedia.
Kehadiran RVM di sejumlah lokasi strategis diharapkan dapat membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat, yakni tidak sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mengembalikan sampah plastik agar memiliki nilai ekonomi.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya DLH Kota Makassar dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular dan mengurangi sampah plastik dari sumbernya.
Dengan konsep “sampah menjadi bernilai”, masyarakat tidak hanya ikut menjaga kebersihan kota, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari sampah plastik yang dikumpulkan.
DLH Makassar Hadirkan Mesin Penukar Botol Plastik, Sampah Bisa Jadi Poin dan Saldo E-Wallet
