MAKASSAR– Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Namun di balik dukungan tersebut, para mitra pelaksana di lapangan berharap pemerintah memberikan kepastian investasi dan memperhatikan dampak kebijakan terhadap keberlangsungan usaha serta nasib ribuan pekerja yang terlibat dalam program tersebut.
Aspirasi itu disampaikan Ketua Gapembi Sulsel, Nurdin Beta disela Konsolidasi di Kota Makassar, Jumat (19/6/2026).
Menurut Nurdin, pihaknya tidak menolak program MBG. Sebaliknya, para pengusaha penyedia dapur MBG tetap berkomitmen menyukseskan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
“Asta ini berisi delapan poin. Yang pertama, Gapembi Sulsel tetap mendukung penuh program presiden yaitu program makan makan bergizi gratis,” kata Nurdin Beta.
Nurdin menegaskan, salah satu perhatian utama para mitra saat ini adalah kepastian investasi yang telah ditanamkan untuk mendukung operasional dapur MBG. Banyak mitra, termasuk yayasan dan pelaku usaha, telah menggelontorkan modal yang tidak sedikit untuk membangun fasilitas, menyediakan peralatan, hingga merekrut tenaga kerja.
Karena itu, Gapembi Sulsel meminta pemerintah dan Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan jaminan kepastian investasi jangka panjang agar para mitra memiliki kejelasan dalam menjalankan program tersebut.
Selain itu, Gapembi juga meminta BGN mengkaji ulang sejumlah kebijakan yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian di lapangan. Salah satunya terkait wacana moratorium pembangunan dapur MBG yang dinilai dapat berdampak luas terhadap pelaku usaha dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari program tersebut.
Dalam aspirasi yang disampaikan, Gapembi Sulsel juga mendorong penguatan kelembagaan dan sumber daya manusia BGN agar tata kelola program berjalan lebih efektif, profesional, dan mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan.
Tak hanya menyangkut investasi, Gapembi menilai Program MBG telah menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari relawan, pekerja dapur, pemasok bahan pangan, distributor hingga petani lokal.
Karena itu, penghentian sementara aktivitas dapur selama masa libur sekolah dinilai berpotensi memengaruhi pendapatan ribuan orang yang selama ini terlibat dalam rantai pasok program.
“Relawan sangat merasa kehilangan apabila dihilangkan 2-3 minggu untuk pekerjaannya, karena sangat tergantung dengan dengan adanya program ini,” tegas Nurdin Beta.
Gapembi Sulsel juga berharap distribusi makanan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan meski sekolah sedang libur.
“Karena terkait dengan pemenuhan gizi tidak mengenal yang namanya libur,” imbuhnya.
Melalui ASTA Aspirasi Mitra BGN, Gapembi Sulsel berharap pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas dengan para mitra pelaksana. Mereka meyakini kolaborasi yang baik antara pemerintah, BGN, dan mitra akan menjadi kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menjaga keberlanjutan manfaat ekonomi yang telah dirasakan masyarakat.
“Oleh karena itu, sebagai kesimpulan bahwa mohon pihak BGN pemerintah dalam hal ini, untuk meninjau kembali surat edaran yang menghentikan distribusi selama libur sekolah, sehingga ada rasa keadilan dari pemerintah begitu juga mitra dan seluruh para relawan supplier dan petani,” pungkas Nurdin Beta.










