Helmy Budiman: World Cleanup Day Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Pilah Sampah Mulai dari Rumah

  • Bagikan

MAKASSAR – World Cleanup Day 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Makassar bersama masyarakat untuk memperkuat kebiasaan menjaga lingkungan. Gerakan tidak hanya dilakukan di jalan dan kawasan permukiman, tetapi juga menyasar sungai hingga pesisir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengajak masyarakat agar semangat World Cleanup Day tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

“World Cleanup Day adalah pengingat bahwa menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan saat ada kegiatan bersama,” kata Helmy.

Menurutnya, perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana di tingkat rumah tangga, salah satunya dengan memilah sampah sejak dari sumber.

Aksi World Cleanup Day di Makassar dilakukan di sejumlah titik. Di kawasan Mariso, gerakan berlangsung mulai dari TPS3R Panambungan, Rusunawa Panambungan, sungai hingga kawasan pesisir.

Di lokasi tersebut, sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 74 kilogram, terdiri atas 26 kilogram organik, 36 kilogram anorganik, dan 12 kilogram residu. Sebanyak 11 kilogram di antaranya merupakan limbah laut.

Aksi lainnya berlangsung di Pantai Indah Bosowa dengan total 36,6 kilogram sampah yang dikumpulkan. Sampah tersebut terdiri dari 18,2 kilogram anorganik dan 18,4 kilogram residu.

Secara keseluruhan, dari dua titik aksi terkumpul 110,6 kilogram sampah.

Helmy mengatakan pemerintah terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Gerakannya gak boleh cuman satu hari, mari ki’ lanjutkan setiap hari. Ubah kebiasaan lama, pilah sampah,” ujarnya.

Ia menekankan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah bergerak melalui berbagai program dan fasilitas, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan mulai dari rumah, lingkungan sekitar hingga kawasan pesisir.

“Mulai dari rumah, lingkungan sekitar, hingga kawasan pesisir, setiap langkah kecil ikut menjaga Makassar tetap bersih, sehat, dan berkelanjutan,” kata Helmy.

Dengan semangat World Cleanup Day 2026, gerakan kebersihan diharapkan terus berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Pemerintah bergerak, masyarakat terlibat, dan perubahan dibangun bersama. Mari ki’ selalu jaga kebersihanta’,” tutupnya.

  • Bagikan
Exit mobile version