DBD Masih Mengintai, Dinkes Makassar Ajak Warga Perkuat 3M Plus dari Rumah

  • Bagikan

MAKASSAR — Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu ancaman kesehatan masyarakat yang perlu diwaspadai, terutama saat musim hujan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat pemberantasan sarang nyamuk mulai dari lingkungan rumah.

Kepala Dinkes Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, M.Kes, mengatakan DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang dapat berkembang biak pada tempat-tempat yang menampung genangan air.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menunggu munculnya kasus untuk melakukan pencegahan. Kebersihan lingkungan dan pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk harus dilakukan secara rutin.

“DBD masih menjadi ancaman kesehatan, terutama saat musim hujan. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing dengan memastikan tidak ada tempat yang dapat menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk,” ujar Nursaidah.

Masyarakat juga diimbau mengenali gejala awal DBD. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi secara mendadak, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan kelelahan.

Jika muncul tanda-tanda bahaya seperti perdarahan atau muntah terus-menerus, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Perkuat PSN 3M Plus

Dinkes Makassar mengajak masyarakat menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus secara rutin.

Pertama, Menguras. Masyarakat diminta membersihkan tempat penampungan air secara rutin, minimal satu kali dalam sepekan, untuk mencegah telur dan jentik nyamuk berkembang.

Kedua, Menutup. Tempat penampungan air harus ditutup rapat agar tidak menjadi lokasi nyamuk bertelur.

Ketiga, Mengubur atau membuang. Barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan, seperti wadah atau benda yang sudah tidak digunakan, perlu dikubur atau dibuang dengan benar.

Selain 3M, masyarakat juga dianjurkan melakukan berbagai langkah tambahan atau Plus, seperti menggunakan lotion antinyamuk, memasang kawat kasa pada jendela, tidur menggunakan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memeriksa keberadaan jentik nyamuk.

Menurut Nursaidah, pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Upaya sederhana yang dilakukan secara rutin dari rumah dapat membantu memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

“Cegah DBD mulai dari rumah kita sendiri. Dengan lingkungan yang bersih dan penerapan 3M Plus secara konsisten, kita bersama-sama dapat melindungi keluarga dan menjaga Makassar tetap sehat,” pesannya.

Dinkes Makassar pun mengajak warga untuk tidak hanya menjaga kebersihan di dalam rumah, tetapi juga memperhatikan lingkungan sekitar agar tidak terdapat genangan air maupun wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk DBD.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *