YOGYAKARTA – Suasana soft launching buku “Jokowi’s White Paper” karya Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr. Tifa mendadak riuh. Acara yang sedianya digelar di Ruang Nusantara University Club (UC) Hotel UGM, Senin (18/8/2025), dibatalkan sepihak oleh pihak kampus.
Namun, Roy Suryo cs tak mundur. Mereka memindahkan acara ke sebuah coffee shop di area UC UGM. Anehnya, saat acara berlangsung, listrik dan AC tiba-tiba padam, membuat ruangan panas dan riuh. Roy menyebut insiden itu sebagai bentuk intimidasi yang ingin menggagalkan acara.
“Buku ini lahir dari penelitian ilmiah hampir 700 halaman. Kami menggunakan digital forensik, neuropolitik, hingga behavioral neuroscience. Fakta yang kami temukan jelas: skripsi Jokowi 99,9 persen palsu,” tegas Roy dalam acara tersebut.
Isi buku yang kini jadi sorotan publik itu membongkar keaslian dokumen akademik Presiden Joko Widodo dengan analisis digital mendetail, termasuk teknik Error Level Analysis (ELA), serta perbandingan spektrum warna RGB dan CMYK pada ijazah Jokowi.
Menariknya, meski penuh drama, Roy memastikan buku akan segera beredar luas. Versi cetak premium dan reguler siap dipasarkan, bahkan akan ada versi e-book gratis yang bisa diunduh oleh masyarakat. Distribusi buku ini ditargetkan sampai ke 25 negara melalui jejaring diaspora Indonesia.
“Grand launching akan digelar di Jakarta tanggal 27 Agustus 2025. Kami ingin kebenaran ini didengar publik, bukan untuk menghakimi tapi untuk menjaga integritas akademik,” pungkasnya.
Kontroversi ini sontak memicu perhatian publik. Sebagian menilai Roy hanya mencari sensasi, sementara yang lain menilai langkah ini berani karena membongkar isu lama yang tak kunjung tuntas.
