MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bersama Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan stunting di wilayah perkotaan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah peluncuran program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting, yang digelar di Puskesmas Pampang, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Program ini menjadi pilot project dan akan direplikasi ke seluruh wilayah Kota Makassar. Pada kegiatan perdana ini, sebanyak 75 anak berisiko stunting menjadi sasaran intervensi terpadu dari berbagai sektor.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sulsel, Ketua DPRD Sulsel, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulsel, serta para pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulsel seperti Kepala Dinas DP3A Dalduk dan KB, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel.
Sementara dari Pemerintah Kota Makassar, turut hadir Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar, Asisten II Pemkot Makassar, Ketua Dharma Wanita Kota Makassar, serta pejabat terkait lainnya dari DP3A Kota Makassar, Dinas Kesehatan, Camat Panakkukang, dan Lurah Pampang.
“Ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemprov Sulsel bersama Pemkot Makassar dalam mempercepat penurunan angka stunting. Kita ingin semua anak-anak di Makassar tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi dalam sambutannya.
Program ini mengedepankan pendekatan keluarga, khususnya orang tua, sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting. Edukasi gizi, pemberian makanan tambahan bergizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Makassar, Drs. A. Irwan Bangsawan, M.Si, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menangani stunting secara komprehensif.
“Kami berharap program ini dapat menyadarkan orang tua akan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Makassar harus menjadi kota yang ramah tumbuh kembang anak,” katanya.
