MAKASSAR,timurindonesia.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana – DPPKB Kota Makassar, mencatat angka Stunting di Makassar masih rendah jika dibandingkan daerah lain di Sulsel.
Karena itu, DPPKB terus berusaha untuk menurunkan jumlah Stunting, menuju zero stunting. Makassar tercatat berada pada angka 18,4%.
Sehingga Makassar mendapat penghargaan secara nasional sebagai daerah progress prevalensi penurunan angka stunting. Penghargaan yang diterima dari BKKBN Pusat, diserahkan pada pertemuan Apeksi di Ternate beberapa waktu lalu.
Hak itu diungkapkan oleh, Plt Kepala Dinas PPKB Kota Makassar, Syahruddin. Menurutnya, ada sejumlah tahapan dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota Makassar.
Salah satunya melalui audit data stunting yang melibatkan sejumlah stakeholder untuk mengakses data stunting di semua kecamatan dan kelurahan.
Selain itu melakukan mini lokakarya untuk menindaklanjuti data kasus stunting tersebut untuk memastikan upaya dan koordinasi pencegahan stunting berdampak pada penurunan kasus.










