{"id":9876,"date":"2026-09-08T23:30:54","date_gmt":"2026-09-08T15:30:54","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=9876"},"modified":"2026-09-09T00:17:11","modified_gmt":"2026-09-08T16:17:11","slug":"bukan-penerima-bansos-mengapa-eva-rataba-tercatat-di-desil-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/bukan-penerima-bansos-mengapa-eva-rataba-tercatat-di-desil-4\/","title":{"rendered":"Bukan Penerima Bansos, Mengapa Anggota DPR RI Eva Rataba Tercatat di Desil 4?"},"content":{"rendered":"<p>TORAJA UTARA &#8211; Polemik pendataan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kembali menjadi sorotan setelah nama anggota DPR RI asal Toraja, Eva Stevany Rataba, sempat tercatat dalam Desil 4.<\/p>\n<p>Persoalan tersebut memunculkan pertanyaan publik: bagaimana seorang anggota DPR RI bisa masuk dalam kelompok desil yang menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial?<\/p>\n<p>Namun, satu hal perlu ditegaskan. Tercatat dalam Desil 4 tidak berarti seseorang otomatis menerima bantuan sosial. Dalam kasus Eva Rataba, Dinas Sosial Toraja Utara menyatakan Eva tidak pernah menerima bantuan sosial pemerintah.<\/p>\n<p>Eva Rataba Pertanyakan Data Dirinya<\/p>\n<p>Eva sebelumnya mengaku terkejut setelah mengetahui namanya tercatat dalam Desil 4.<\/p>\n<p>Legislator DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan III tersebut kemudian mempertanyakan sumber dan proses pendataan yang membuat dirinya masuk dalam klasifikasi tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Saya merasa heran ketika mengetahui bahwa nama saya tercatat dalam desil 4. Karena itu, saat rapat Komisi X DPR RI bersama Badan Pusat Statistik, saya langsung mempertanyakan bagaimana hal tersebut dapat terjadi,&#8221; kata Eva dalam jumpa pers, Selasa (8\/9).<\/p>\n<p>Eva bahkan mendatangi Dinas Sosial Toraja Utara untuk meminta penjelasan terkait data dirinya.<\/p>\n<p>Ia menilai persoalan tersebut penting karena menyangkut akurasi data sosial ekonomi yang digunakan pemerintah dalam menentukan sasaran bantuan.<\/p>\n<p>BPS Sebut Ada Inclusion Error<\/p>\n<p>Kepala BPS Toraja Utara menjelaskan bahwa DTSEN merupakan hasil integrasi sejumlah sumber data sosial ekonomi. Proses pemutakhiran data juga masih terus dilakukan.<\/p>\n<p>Dalam kasus Eva, BPS menyebut adanya inclusion error, yakni kondisi ketika seseorang yang seharusnya tidak masuk dalam kelompok sasaran tertentu justru tercatat di dalamnya.<\/p>\n<p>Persoalan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui proses pemutakhiran data.<\/p>\n<p>Status Eva Kini Berubah<\/p>\n<p>Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul turut memberikan penjelasan mengenai kasus tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Eva memang sempat tercatat dalam Desil 4. Namun, setelah informasi tersebut diketahui dan dilakukan penelusuran, data Eva kemudian dimutakhirkan, &#8221; katanya.<\/p>\n<p>Mensos juga menegaskan bahwa Eva tidak pernah menerima bansos meskipun sebelumnya tercatat dalam Desil 4.<\/p>\n<p>Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan yang lebih luas, yakni mengenai akurasi pendataan masyarakat melalui DTSEN.<\/p>\n<p>Jika data seseorang dapat berubah setelah dilakukan verifikasi, masyarakat pun memiliki pertanyaan mengenai kemungkinan adanya kesalahan serupa terhadap warga lainnya.<\/p>\n<p>Terutama bagi masyarakat miskin yang sangat bergantung pada bantuan pemerintah, kesalahan klasifikasi data dapat berdampak langsung terhadap akses mereka terhadap program perlindungan sosial.<\/p>\n<p>Pemerintah sendiri menyediakan mekanisme usul sanggah bagi masyarakat yang merasa data sosial ekonominya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.<\/p>\n<p>Melalui mekanisme tersebut, masyarakat dapat mengajukan keberatan agar data mereka diverifikasi dan, apabila terbukti tidak sesuai, dilakukan pemutakhiran.<\/p>\n<p>Bukan Sekadar Persoalan Eva Rataba<\/p>\n<p>Polemik ini pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan nama Eva Rataba.<\/p>\n<p>Kasus tersebut menjadi perhatian karena DTSEN memiliki peran penting dalam penargetan berbagai program pemerintah. Akurasi data menjadi kunci agar bantuan tidak salah sasaran dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak justru terlewat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TORAJA UTARA &#8211; Polemik pendataan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kembali menjadi sorotan setelah nama anggota DPR RI asal Toraja, Eva Stevany Rataba, sempat tercatat dalam Desil 4. Persoalan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9877,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[4165,4137,4142,3694,2647,4166,4163,4135,4160,4136,4141,4159,4162,4161,4164,4153,4138,4149,4156,4155,4154,4151,4152,4150,4157,4158,766,622,1127,4140],"newstopic":[],"class_list":["post-9876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-akurasi-data-bansos","tag-bansos-kemensos","tag-bantuan-sosial","tag-berita-sulsel","tag-berita-terbaru","tag-berita-toraja","tag-bps-toraja-utara","tag-data-bansos","tag-data-kemensos","tag-data-penerima-bansos","tag-data-sosial-ekonomi","tag-data-tunggal-sosial-ekonomi-nasional","tag-desil-10","tag-desil-4","tag-dinsos-toraja-utara","tag-dpr-ri-asal-toraja","tag-dtsen","tag-eva-rataba","tag-eva-rataba-bansos","tag-eva-rataba-desil-10","tag-eva-rataba-desil-4","tag-eva-rataba-dpr-ri","tag-eva-rataba-toraja","tag-eva-stevany-rataba","tag-polemik-desil","tag-polemik-dtsen","tag-sulawesi-selatan","tag-toraja","tag-toraja-utara","tag-usul-sanggah"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9876"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9876\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9882,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9876\/revisions\/9882"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9876"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=9876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}