{"id":4231,"date":"2025-03-03T04:07:11","date_gmt":"2025-03-02T20:07:11","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=4231"},"modified":"2025-03-06T17:07:34","modified_gmt":"2025-03-06T09:07:34","slug":"pasca-sertijab-munafri-arifuddin-gerak-cepat-bangun-stadion","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/pasca-sertijab-munafri-arifuddin-gerak-cepat-bangun-stadion\/","title":{"rendered":"Pasca Sertijab, Munafri Arifuddin Gerak Cepat Bangun Stadion"},"content":{"rendered":"<p><strong>MAKASSAR<\/strong> \u2013 Setelah resmi menjabat sebagai Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin langsung bergerak cepat dengan fokus pada efisiensi anggaran dan pembangunan stadion baru.<\/p>\n<p>Langkah ini menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya, yang akan mengarahkan anggaran pada program strategis yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Menurut Munafri, salah satu hal yang perlu dievaluasi adalah pola penggunaan anggaran selama ini, terutama dalam hal perbandingan antara belanja dan pendapatan daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Yang pertama kita akan lihat detail bagaimana pola penggunaan anggaran. Anggaran yang tidak terlalu penting akan kita pangkas dan dialihkan ke program strategis yang benar-benar diperlukan,&#8221; ujar Munafri usai menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Kantor DPRD Kota Makassar, Senin, 3 Maret 2025.<\/p>\n<p>Salah satu fokus utama efisiensi adalah memangkas pengeluaran yang kurang produktif, seperti biaya perjalanan dinas, pertemuan di luar kantor, serta anggaran konsumsi dalam berbagai kegiatan pemerintahan.<\/p>\n<p>Terkait angka efisiensi yang bisa dicapai, Munafri menyebut bahwa tim transisi tengah melakukan finalisasi, dengan potensi penghematan mencapai Rp 300 miliar.<\/p>\n<p>&#8220;Tim transisi sudah bekerja, dan dari draft awal yang kita lihat, ada sekitar Rp 300 miliar yang bisa kita efisiensikan. Minggu ini kita akan finalisasi untuk menentukan angka pastinya,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain efisiensi anggaran, pembangunan stadion baru juga menjadi salah satu program utama Munafri.<\/p>\n<p>Appi sapaan akrabnya memastikan bahwa proyek ini akan dijalankan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melalui investasi inovatif dari pihak ketiga.<\/p>\n<p>Pihaknya sudah mulai menjalin pembicaraan dengan beberapa investor.<\/p>\n<p>Targetnya, dalam satu hingga dua hari ke depan akan memastikan terlebih dahulu aset milik Pemkot yang bisa digunakan untuk stadion.<\/p>\n<p>Jika berjalan lancar, minggu ini atau minggu depan, investor potensial akan datang ke Makassar.<\/p>\n<p>Untuk lokasi stadion, ia menyebutkan bahwa Pemkot sedang mengkaji lahan di Untia.<\/p>\n<p>Terkait anggaran yang dibutuhkan, dia mengacu pada beberapa stadion di Thailand, yang dibangun dengan cepat dalam waktu satu tahun dengan kapasitas 30.000 penonton hanya dengan biaya sekitar Rp 250 miliar.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau stadion dengan kapasitas 20.000-25.000 penonton, biasanya biayanya bisa mencapai Rp 400-500 miliar. Tapi kita akan mencari cara agar lebih efisien, yang penting stadion ini tetap berstandar internasional,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Dengan begitu pembangunan Makassar ke depan akan lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2013 Setelah resmi menjabat sebagai Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin langsung bergerak cepat dengan fokus pada efisiensi anggaran dan pembangunan stadion baru. Langkah ini menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":4232,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1763,588],"newstopic":[],"class_list":["post-4231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-munafri-arifuddin","tag-stadion"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4231"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4254,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4231\/revisions\/4254"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4231"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}