{"id":9402,"date":"2026-07-30T20:04:02","date_gmt":"2026-07-30T12:04:02","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=9402"},"modified":"2026-07-30T20:04:02","modified_gmt":"2026-07-30T12:04:02","slug":"dlh-makassar-sosialisasikan-penghentian-open-dumping-kepada-warga-asrama-perwira-tni-ad-bungaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/dlh-makassar-sosialisasikan-penghentian-open-dumping-kepada-warga-asrama-perwira-tni-ad-bungaya\/","title":{"rendered":"DLH Makassar Sosialisasikan Penghentian Open Dumping kepada Warga Asrama Perwira TNI AD Bungaya"},"content":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2013 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat menjelang penerapan kebijakan penghentian praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2026.<\/p>\n<p>Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Persampahan yang digelar di Asrama Komplek Perwira TNI AD Bungaya Mappaodang, Kamis (30\/7\/2026).<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, DLH Kota Makassar mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik melalui pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan perubahan sistem pengelolaan sampah yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Makassar merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola persampahan yang selama ini masih bertumpu pada pembuangan sampah langsung ke TPA.<\/p>\n<p>&#8220;Mulai 1 Agustus 2026, Pemerintah Kota Makassar menerapkan sistem controlled landfill sebagai bagian dari upaya menghentikan praktik open dumping secara bertahap,&#8221; ujar Helmy.<\/p>\n<p>Menurutnya, keberhasilan transformasi pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembenahan sistem di TPA, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.<\/p>\n<p>Melalui sosialisasi ini, warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan sampah organik dan nonorganik sebelum dibuang. Dengan pemilahan yang dilakukan dari sumber, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat diolah atau didaur ulang, sementara hanya sampah residu yang akan berakhir di tempat pemrosesan akhir.<\/p>\n<p>Helmy menegaskan, perubahan pola pengelolaan sampah menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan sistem persampahan yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan. Karena itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan secara masif menjelang implementasi kebijakan penghentian open dumping.<\/p>\n<p>DLH Kota Makassar berharap keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk warga di lingkungan Asrama Komplek Perwira TNI AD Bungaya Mappaodang, dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta mengurangi ketergantungan terhadap TPA sebagai tujuan akhir seluruh sampah yang dihasilkan masyarakat.<\/p>\n<p>Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Makassar dalam membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari sumbernya untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2013 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat menjelang penerapan kebijakan penghentian praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9403,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3945],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-9402","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dinas-lingkungan-hidup-makassar"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9402","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9402"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9402\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9405,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9402\/revisions\/9405"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9403"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9402"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9402"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9402"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=9402"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}