{"id":3970,"date":"2024-12-08T12:54:30","date_gmt":"2024-12-08T04:54:30","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=3970"},"modified":"2024-12-08T13:10:35","modified_gmt":"2024-12-08T05:10:35","slug":"kala-teater-akan-pentaskan-passompe-perjalanan-melintasi-batas-kesedihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/kala-teater-akan-pentaskan-passompe-perjalanan-melintasi-batas-kesedihan\/","title":{"rendered":"Kala Teater Pentaskan &#8220;Passompe&#8221; Perjalanan Melintasi Batas Kesedihan"},"content":{"rendered":"\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Makassar<\/strong>, Kala Teater kembali menggelar pertunjukan teater &#8220;Passompe- Perjalanan Melintasi Batas Kesedihan&#8221; setelah diselenggarakan di Festival Seni Bali Jani 2023 dan di Teater Lintas Sulawesi Palu November 2024 lalu. Pertunjukan yang menelusuri pertanyaan tentang identitas, adaptasi, gender, seksualitas, dan kekuasaan sebagai dampak dari gelombang massompe\u2019 sebelum abad XXI dan setelah abad XXI tersebut akan diselenggarakan di Gedung Mulo, 8 hingga 10 Desember 2024.<br \/><br \/>Sutradara dan penulis naskah pertunjukan, Shinta Febriany, dalam rilisnya menjelaskan, karya teater kontenporer kali ini terinspirasi pada fenomena massompe\u2019 yakni aktivitas merantau orang Bugis dan Makassar dengan cara berlayar ke Nusantara dan Asia Tenggara. Passompe\u2019 adalah orang yang melakukan sompe\u2019 (perantauan) dimulai pada abad XVII dengan menggunakan perahu tradisional, antara lain Pinisi, Palari, dan Lambo. <br \/><br \/>&#8220;Di konteks Indonesia Passompe\u2019 telah dilekatkan pada identitas orang Bugis atau To&#8217; Ugi,&#8221; sebutnya.<br \/><br \/>Lebih lanjut ujar Shinta, Fenomena massompe\u2019 dipahami sebagai mobilitas sosial lintas batas yang memiliki karakter mirip dengan istilah diaspora dan transnasional. Penyebaran menjadi kata kunci fenomena massompe\u2019, diaspora, dan transnasional yang mengantar pada sejumlah pengetahuan dan kisah yang dimulai di samudra.<br \/><br \/><\/p>\r\n<p><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-3971 aligncenter\" src=\"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/a8AMS02561-250x190.jpg\" alt=\"\" width=\"462\" height=\"351\" \/><\/p>\r\n<p>&#8220;Penciptaan Passompe\u2019 memanfaatkan dan menafsir ulang teks mitologi I La Galigo, kitab Ade\u2019 Allopi-loping ri Bicaranna Pabbalu\u2019e serta menggunakan kisah Arung Ratu Daeng Mangkau, La Satumpugi, La Maddukelleng dan ungkapan mallekke\u2019 dapureng.&#8221;<br \/><br \/>Program ini terselenggara atas kerjasama dengan Kemendikbudristek, Dana Indonesiana, LPDP, dan Pekan Kebudayaan Nasional 2024.<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makassar, Kala Teater kembali menggelar pertunjukan teater &#8220;Passompe- Perjalanan Melintasi Batas Kesedihan&#8221; setelah diselenggarakan di Festival Seni Bali Jani 2023 dan di Teater Lintas Sulawesi Palu November 2024 lalu. Pertunjukan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":3972,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1740,1741,1742],"newstopic":[],"class_list":["post-3970","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-kala-teater","tag-passompe","tag-teater-kontenporer","post_format-post-format-gallery"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3970","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3970"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3970\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3982,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3970\/revisions\/3982"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3970"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3970"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3970"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=3970"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}