{"id":217,"date":"2017-08-01T05:27:49","date_gmt":"2017-08-01T05:27:49","guid":{"rendered":"http:\/\/timurindonesia.com\/?p=217"},"modified":"2017-08-01T05:27:49","modified_gmt":"2017-08-01T05:27:49","slug":"pentingnya-merawat-organ-intim-wanita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/pentingnya-merawat-organ-intim-wanita\/","title":{"rendered":"Pentingnya Merawat Organ Intim Wanita"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\">Merawat organ intim sangat penting baik bagi perempuan yang sudah berkeluarga maupun yang belum menikah.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Sebab semua wanita perlu memahami dengan benar mengenai perawatan organ intim mereka, agar kesehatan dan kebersihan selalu terjaga.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Untuk itu cara membersihkannya pun harus dengan benar.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Menurut Dokter spesalis kulit dan Kelamin Dewi Inong Iriana menjelaskan cara untuk merawat organ intim dengan baik dan benar, dengan membersihkan organ intim dengan air bersih.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Untuk membersihkan organ intim dari depan ke belakang, bukan sebaliknya untuk mencegah mikroba (kuman) dari anus menyebar ke vagina dan saluran kemih.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Sebaiknya hindari menggunakan sabun dengan bahan kimia atau anti septik yang keras dan yang mengandung parfum.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Karena organ intim wanita (vagina) sudah dapat menjaga dirinya sendiri.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Lakukan hal yang sama saat Anda selesai buang air besar maupun kecil, Dan jangan digosok hanya dipijat saja jangan lupa untuk selalu mengeringkan organ intim anda,&#8221; jelasnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, sebaiknya perempuan menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun atau serat alami. Bahan sintetis memiliki efek yang sama dengan panty liners. Hindari juga pakaian dalam yang terlalu ketat.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Jangan memakai bedah, minyak wangi , dan menggunakan produk pembersih khusus untuk organ intim. Kalau pun wanita yang sudah menikah setelah melakukan hubungan intim dengan suami itu diperpolehkan memakai sabun.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Namun jenis sabunnya harus dengan kurang lebih Ph(tingkat keasaman) dibawah 5,5 dan itu bisanya sabun untuk muka. Jadi setelah melakukan hubungan seksual boleh memakai sabun muka untuk vagina. Jika wanita yang belum menikah atau masih gadis tidak usah memakai sabun.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Jangan terlalu sering menggunakan panty liners karena dapat membuat vagina tidak bisa \u201cbernapas\u201d dengan bebas, sehingga menyebabkan vagina menjadi lembap dan menciptakan kondisi yang memicu mikroba untuk berkembang biak. *<strong>andi amriani<\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Merawat organ intim sangat penting baik bagi perempuan yang sudah berkeluarga maupun yang belum menikah. Sebab semua wanita perlu memahami dengan benar mengenai perawatan organ intim mereka, agar kesehatan dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":227,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[149,369,414],"newstopic":[],"class_list":["post-217","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-dokter","tag-merawat","tag-organ-intim"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=217"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/217\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=217"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}