{"id":10158,"date":"2026-09-17T10:49:48","date_gmt":"2026-09-17T02:49:48","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=10158"},"modified":"2026-09-17T10:49:48","modified_gmt":"2026-09-17T02:49:48","slug":"wajah-tpa-tamangapa-mulai-berubah-appi-kami-tak-mau-wariskan-kota-yang-jorok-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/wajah-tpa-tamangapa-mulai-berubah-appi-kami-tak-mau-wariskan-kota-yang-jorok-2\/","title":{"rendered":"Wajah TPA Tamangapa Mulai Berubah, Appi: Kami Tak Mau Wariskan Kota yang Jorok"},"content":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2014 Gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah wajah. Kawasan yang selama ini identik dengan tumpukan sampah dan bau menyengat kini mulai ditata melalui pembenahan kawasan dan sistem pengelolaan sampah.<\/p>\n<p>Perubahan tersebut ditinjau langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi, Rabu (16\/9\/2026).<\/p>\n<p>Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Helmy Budiman, Appi menyusuri kawasan TPA hingga ke bagian puncak untuk melihat langsung progres pembenahan.<\/p>\n<p>Dari ketinggian, sejumlah titik timbunan sampah terlihat telah ditutup menggunakan tanah urug. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan sekaligus upaya mengurangi dampak lingkungan dari timbunan sampah.<\/p>\n<p>\u201cDi sini kelihatan proses menutupi penumpukan sampah. Ini masih dalam proses penutupan dan perbaikan,\u201d ujar Appi.<\/p>\n<p>Menurutnya, penutupan timbunan dengan tanah merah bukan sekadar membuat kawasan terlihat lebih rapi. Langkah tersebut juga berfungsi membantu mengurangi bau serta mengendalikan hama yang muncul dari timbunan sampah.<\/p>\n<p>\u201c(Timbunan) sampah harus ditutup dengan tanah urug,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Pembenahan TPA Tamangapa juga menyasar akses menuju kawasan. Pembangunan akses saat ini telah memasuki tahap pemasangan tiang pancang yang nantinya mendukung pembangunan jalan utama.<\/p>\n<p>Pemerintah Kota Makassar juga menyiapkan sejumlah jalur menuju TPA. Selain akses utama dari sisi barat, terdapat jalur alternatif di sisi kanan kawasan serta akses dari arah selatan melalui poros Samata, di sekitar kawasan Bintang Lima.<\/p>\n<p>Sejumlah akses tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas armada pengangkut sampah sekaligus mendukung penataan kawasan secara menyeluruh.<\/p>\n<p>Bukan Sekadar Soal Tumpukan Sampah<\/p>\n<p>Bagi Appi, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan pekerjaan teknis maupun pembangunan infrastruktur.<\/p>\n<p>Lebih jauh, pengelolaan sampah menyangkut kualitas lingkungan dan kehidupan masyarakat, termasuk bagaimana kondisi kota diwariskan kepada generasi berikutnya.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak hanya bicara tentang teknis, tapi kita bicara tentang kelas. Kita tidak mau mewariskan generasi kita soal kotornya kota, persoalan joroknya kota, persoalan kota yang tidak sehat,\u201d tegas Appi.<\/p>\n<p>Karena itu, Pemkot Makassar berkomitmen mendorong terciptanya kota yang bersih, sehat dan tertata.<\/p>\n<p>\u201cHari ini pemerintah kota berkomitmen bagaimana mewariskan kota yang bersih, kota yang sehat, kota yang indah,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Appi juga mengingatkan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber berbagai persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSampah ini menjadi sumber dari seluruh persoalan-persoalan hidup yang bisa berakibat fatal kalau kita tidak kelola dengan baik,\u201d sambungnya.<\/p>\n<p>Meski perubahan mulai terlihat, Appi menegaskan pembenahan TPA Tamangapa belum selesai. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama, termasuk mengubah perilaku dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.<\/p>\n<p>\u201cSoal pengelolaan sampah itu harus menjadi tanggung jawab bersama,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2014 Gunungan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah wajah. Kawasan yang selama ini identik dengan tumpukan sampah dan bau menyengat kini mulai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10159,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3945],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-10158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dinas-lingkungan-hidup-makassar"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10158"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10161,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10158\/revisions\/10161"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10158"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=10158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}