{"id":8720,"date":"2026-04-25T18:27:57","date_gmt":"2026-04-25T10:27:57","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=8720"},"modified":"2026-04-25T18:27:57","modified_gmt":"2026-04-25T10:27:57","slug":"bachtiar-adnan-kusuma-gugah-sma-6-takalar-jadi-contoh-sekolah-jurnalistik-di-sulsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/bachtiar-adnan-kusuma-gugah-sma-6-takalar-jadi-contoh-sekolah-jurnalistik-di-sulsel\/","title":{"rendered":"Bachtiar Adnan Kusuma, Gugah SMA 6 Takalar Jadi Contoh Sekolah Jurnalistik di Sulsel"},"content":{"rendered":"<p>TAKALAR_Tokoh literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma, kembali menggugah peserta Sekolah Jurnalistik Generasi Kedua SMA 6 Takalar, Sabtu tanggal 25 April 2026. Kegiatan ini resmi dibuka Kepala UPT SMA 6 Takalar Drs. H.Abdullah, M.M. diikuti 60 0rang peserta menjadi even penting bagi siswa-siswi terutama meningkatkan kecakapan literasi, terutama membaca dan menulis.<\/p>\n<p>Bachtiar Adnan Kusuma didaulat menjadi pembicara kunci yang dikenal sebagai penulis nasional dan Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.\u201d Kehadiran Pak BAK memberikan inspirasi dan motivasi besar bagi seluruh peserta yang hadir\u201d, kata Resky Febrianti, salah seorang peserta dari Kelompok Drs. H. Abdullah, M.M.<\/p>\n<p>Menurut Resky, selain kegiatan ini menginspirasi seluruh peserta karena Bachtiar Adnan Kusuma menyampaikan tips bagaimana meningkatkan daya literasi yang dimulai dari setiap calon pasangan usia subur, ia juga menyampaikan bahwa membentuk perilaku literasi haruslah dimula dari pra menikah, menikah dan pasca menikah. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala UPT SMA 6 Takalar Drs. H. Abdullah, M.M., pembina jurnalistik SMA 6 Takalar Nurlinda, ketua jurnalistik Sri Wahyuni, wakil ketua Fitria, serta anggota Muhammad Nur Rasul, Nur Aulia, Dimas, duta baca, panitia jurnalistik dan seluruh peserta.<\/p>\n<p>Dalam penyampaiannya, Bachtiar Adnan Kusuma, menggugah pentingnya membaca dan menulis dalam kehidupan siswa-siswi. Ia menyampaikan bahwa membaca dapat membuat kita lebih sehat secara mental dan memperluas wawasan, sementara menulis dapat menjadikan seseorang lebih kuat dalam berpikir dan berkarya.<\/p>\n<p>Bachtiar Adnan Kusuma, menyampaikan pesan inspiratif kepada para siswa, bahwa jangan engkau mati sebelum melahirkan karya tulis. Apa yang disampaikan tokoh literasi dan mantan jurnalis majalah Panji Masyarakat, majalah Amanah, Tabloid Jumat dan majalah Estafet Jakarta pada tahun 1990-an ini, menekankan agar peserta termotivasi untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri melalui literasi.<\/p>\n<p>\u201c Saya salut dan bangga karena Tim Jurnalistik SMA 6 Takalar menjadi contoh dan teladan bagi sekolah jurnalistik pada tingkatan SMA di Sulawesi Selatan\u201d kata Bachtiar Adnan Kusuma.<\/p>\n<p>Karena itu, Bachtiar Adnan Kusuma, berharap sekolah jurnalistik generasi kedua SMA 6 Takalar ini, dapat menumbuhkan semangat literasi di kalangan siswa serta mendorong mereka untuk aktif membaca dan menulis sebagai bekal masa depan. Bachtiar Adnan Kusuma menyerahkan buku karya Dr. Ashar Tamanggong berjudul\u201d Langit Tak Pernah Offline\u201d kepada Kepala UPT SMA 6 Takalar Drs. H. Abdullah, M.M. Bachtiar juga menyerahkan buku bertajuk\u201d 19 Hari Bersama BAK Cakap Menulis Buku dan buku karya Dr.K.H. Masrur Makmur Latanro, M.Pdi. \u201c Fiqhi Muslim Bali\u201d kepada perwakilan peserta.<\/p>\n<p>\u201c Terima kasih Pak BAK. Siswa siswi sangat antusias menyambut kedatangan Bapak sebagai salah satu tokoh hebat yang datang ke SMAN 6 TAKALAR untuk menyampaikan ilmunya yang bermanfaat bagi siswa siswi SMAN 6 TAKALAR\u201d kunci Nurul Annisa Putri, salah seorang peserta dari kelas XI.(Ti)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TAKALAR_Tokoh literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma, kembali menggugah peserta Sekolah Jurnalistik Generasi Kedua SMA 6 Takalar, Sabtu tanggal 25 April 2026. Kegiatan ini resmi dibuka Kepala UPT SMA 6 Takalar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":8722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4,7],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-8720","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-pendidikan"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8720"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8723,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8720\/revisions\/8723"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8720"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=8720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}