Puskesmas Barabaraya Berikan Langkah Tepat Cegah Risiko Rabies dan Infeksi

  • Bagikan

MAKASSAR,- Rabies sering kali dianggap hanya sebagai penyakit yang ditularkan melalui gigitan hewan, namun faktanya, ini adalah penyakit mematikan yang dapat dicegah. Meskipun kebanyakan orang hanya memikirkan gigitan anjing atau kucing yang terinfeksi sebagai penyebab utama, rabies sebenarnya bisa ditularkan oleh berbagai jenis hewan yang terjangkit virus ini, baik melalui cakaran maupun air liur.

Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat berujung pada kematian jika tidak segera diobati. Namun, dengan penanganan yang cepat dan vaksinasi, rabies dapat dicegah, menghindarkan kita dari risiko yang lebih besar.

Pada sosialisasi yang tersebut, disampaikan bahwa rabies merupakan salah satu penyakit mematikan yang didapatkan dari gigitan, cakaran ataupun air liur dari hewan yang terinfeksi rabies. “Hewan yang menularkan rabies yakni kucing, anjing, kelelawar dan monyet,” katanya.

Karena itu, diimbau agar masyarakat tidak mengabaikan luka gigitan hewan sekecil apapun bentuknya. Langkah yang harus dilakukan jika terkena gigitan ataupun cakaran, bersihkan luka, gunakan air mengalir selama 15 menit, berikan antiseptik yang tersedia di rumah dan segera ke fasilitas kesehatan yang terdekat dari rumah.

Pemberian vaksin anti rabies untuk meningkatkan imunitas tubuh terhadap virus rabies. Namun, pemberian vaksin anti rabies ini, dapat di tunda jika hewan sehat dan berpemilik telah di vaksin, hewan dapat di observasi selama 15 hari oleh otoritas kesehatan hewan.

Cakaran dan gigitan hewan bisa terjadi kapan saja, baik saat berinteraksi dengan hewan peliharaan maupun hewan liar. Meski terlihat sepele, luka akibat cakaran atau gigitan hewan bisa menimbulkan risiko infeksi serius, termasuk rabies. Oleh karena itu, penting untuk segera menangani luka tersebut dengan benar.

Sementara itu, UPT Puskesmas Paccerakkang melalui Pemberdayaan Kader Masyarakat bersama Kader Posyandu Kel. Berua juga melakukan hal serupa dengan melakukan sosialisasi dalam Pencegahan Penyakit Menular (Rabies), Senin (03/11).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *