MAKASSAR— Aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) ditangkap pasukan Israel, saat armada yang mereka gunakan membawa bantuan sudah hampir masuk ke jalur Gaza.
Sedikitnya 400 aktivis ditahan Israel, setelah kapal yang mereka gunakan dicegat di perairan internasional. Armada flotilla membawa bantuan berupa obat-obatan, kebutukan pakaian, dan makanan untuk warga Gaza yang selama dua tahun ini mengalami kelaparan.
Dalam laporan sejumlah aktivis yang lebih dulu dibebaskan, mengatakan bahwa salah seorang aktivis Iklim yang juga ikut dalam aksi GSF Greta Thunberg, asal Swedia tidak hanya diculik, dia pun disiksa dan dipaksa mencium bendera Israel.
Seperti itu yang diungkapkan oleh aktivis flotilla asal Amerika, Windfield Brever, Israel telah menghina gerakan Sumud Flotilla dengan mendorong dan mengarak Thunberg, katanya saat tiba di Bandara Instanbul.
Di tempat yang sama, seorang jurnalis Turki yang juga ikut dalam aksi GSF, Ersin Celik, mengaku menyaksikan langsung apa yang dialami oleh Greta Thunberg. Tentara Zionis menyeretnya di tanah dan memaksa mencium bendera Israel.
Aktivis Global Sumud Flotilla, merupakan gerakan kemanusiaan yang membawa obat-obatan untuk warga Gaza, yang sudah dua tahun sejak genosida, mereka kesulitan air bersih, makanan dan obat-obatan. Sebab semua bantuan yang datang dari sejumlah negara tidak ditahan oleh Israel.
Awal September, Armadada GSF dari 44 negara berkumpul di Tunisia untuk berlayar menuju Gaza. Namun, dalam pelayaran banyak kendala dan masalah yang dihadapi. Seperti ada kapal yang bocor, BBM terjatu ke laut selain itu, tentara Israel pun mencegat kapal dan menculik para aktivis. Kendati demikian tidak menghalagi langkah para aktivis GSF untuk berjuang menembus Blokade Gaza.










