{"id":2560,"date":"2024-04-26T10:15:56","date_gmt":"2024-04-26T02:15:56","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=2560"},"modified":"2024-04-28T10:27:44","modified_gmt":"2024-04-28T02:27:44","slug":"bapenda-denpasar-studi-komparasi-pendataan-potensi-pajak-di-makassar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/bapenda-denpasar-studi-komparasi-pendataan-potensi-pajak-di-makassar\/","title":{"rendered":"Bapenda Denpasar Studi Komparasi Pendataan Potensi Pajak di Makassar"},"content":{"rendered":"<p><strong>MAKASSAR, timurindonesia.com<\/strong>\u2014 Bapenda Denpasar, Bali melakukan stui komparasi pendataan potensi pajak daerah, di kota Makassar. <\/p>\n<p>Kedatangannya disambut oleh Pj Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra  di Ruang Sipakalebbi, Balaikota, Jumat (26\/04\/2024).<\/p>\n<p>Diketuai oleh Kepala Bapenda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Edi Mulya memboyong 71 orang jajarannya mulai dari Kepala Bidang, Camat, Lurah serta Kepala Desa Kota Denpasar.<\/p>\n<p>Kunjungan kerja ini dalam rangka studi komparasi tim pendataan potensi pajak daerah di wilayah Kota Makassar.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Firman Pagarra menyambut baik kedatangan tim Bapenda Denpasar karena telah memilih Kota Makassar sebagai kota untuk saling berbagi pengetahuan terkait alur pendataan potensi pajak.<\/p>\n<p>Firman menjelaskan Bapenda Kota Makassar saat ini terus mengoptimalkan pendataan potensi pajak di Kota Makassar untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2024 di angka Rp 2 Triliun.<\/p>\n<p>Ada beberapa inovasi dan strategi yang dilakukan Pemkot Makassar melalui Bapenda seperti hadirnya Aplikasi Pakinta atau pajak terintegrasi dan terdigitalisasi yang memudahkan wajib pajak untuk melakukan pembayaran pajak.<\/p>\n<p>Serta program unggulan di dalamnya seperti SPTPD Online, Pemutakhiran data dengan PBB, alat perekam transaksi berbasis doorprise serta penguatan ekosistem non tunai.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, satu satu langkahnya dengan cara memberdayakan potensi kinerja RT\/RW untuk membantu mendata potensi pajak baru di wilayahnya masing-masing.<\/p>\n<p>\u201cSemua tim turun lapangan. RT\/RW Kami juga ikut turun mendata dan menghimbau serta mengedukasi wajib pajak agar senantiasa membayar pajaknya tepat waktu dan tepat jumlah. Yang menunggak juga terus diingatkan lagi,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>\u201cKita juga ada apresiasi kepada wajib pajak berupa doorprise. Dimana wajib pajak ini harus mendaftarkan transaksi makan minumnya di aplikasi pakinta,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala Bapenda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Edi Mulya sangat mengapresiasi inovasi dan strategi yang dilakukan Kota Makassar.<\/p>\n<p>\u201cKita mirip-mirip inovasinya meskipun tidak mendetail seperti di Kota Makassar. Kami juga ada doorprise tapi masih terbatas pada pajak PBB-P2,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Meski memiliki beberapa kemiripan strategi, tetapi I Gusti Ngurah Edi Mulya mengaku mendapat banyak \u201cclue\u201d untuk dapat menaikkan potensi pendataan wajib pajak di Denpasar nanti.<\/p>\n<p>\u201cKami dapat cluenya disini yaitu Bapenda Makassar menerapkan prinsip optimisme. Kami juga fokus pada pemberdayaan RT\/RW Makassar yang turun langsung mendata potensi pajak. Kami juga nanti akan menerapkan hal itu,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Dia berharap kunjungan ini dapat menjadi salah satu langkah efektif untuk menemukan strategi tepat dalam menentukan pendataan potensi pajak.<\/p>\n<p>\u201cKarena waktu terbatas. Saya harap komunikasi ini tidak berhenti sampai disini. Saya akan terus melakukan komunikasi via online dengan pak Sekda dan pihak terkait demi mewujudkan hal-hal baik terkait pendapatan daerah di Denpasar,\u201d pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR, timurindonesia.com\u2014 Bapenda Denpasar, Bali melakukan stui komparasi pendataan potensi pajak daerah, di kota Makassar. Kedatangannya disambut oleh Pj Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra di Ruang Sipakalebbi, Balaikota, Jumat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":2562,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[1283,1285,1284],"newstopic":[],"class_list":["post-2560","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-bapenda-denpasar","tag-pendataan-potensi-pajak","tag-studi-komparasi"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2560","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2560"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2560\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2563,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2560\/revisions\/2563"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2560"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2560"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2560"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2560"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}