Pemkot Makassar Percepat Penanganan Krisis Air, PDAM Fokus Wilayah Utara

  • Bagikan

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin mulai mempercepat langkah penanganan krisis air bersih yang selama ini dikeluhkan warga, khususnya di kawasan utara kota.

Melalui jajaran direksi baru Perumda Air Minum Kota Makassar, berbagai upaya strategis kini digerakkan untuk memperbaiki distribusi air sekaligus mengantisipasi dampak musim kemarau.

Pelaksana Tugas Direktur Utama, Andi Syahrum Makkuradde, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan masalah serta menyiapkan solusi berbasis kondisi lapangan.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan distribusi air di wilayah utara kembali optimal, terutama di daerah yang selama ini terdampak,” ujarnya.

Wilayah Kecamatan Tallo dan Kecamatan Ujung Tanah menjadi prioritas penanganan karena paling terdampak penurunan debit air dan gangguan distribusi.

PDAM bersama Komisi B DPRD Makassar juga telah meninjau langsung sejumlah titik infrastruktur, termasuk jaringan pipa koneksi di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pongtiku.

Dari hasil peninjauan, penurunan debit air baku menjadi salah satu penyebab utama terganggunya layanan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PDAM menyiapkan beberapa opsi tambahan suplai air, di antaranya dari wilayah Somba Opu, Moncongloe, serta optimalisasi pompa di Panaikang.

Sementara untuk jangka pendek, distribusi air bersih masih mengandalkan mobil tangki dan penyediaan tandon di titik-titik terdampak.

PDAM juga tetap menyalurkan bantuan air kepada masyarakat yang belum menjadi pelanggan sebagai bagian dari fungsi sosial perusahaan.

Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juni hingga Agustus berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, PDAM Makassar telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif.

Di antaranya penambahan pompa, kerja sama lintas instansi, hingga pengembangan sumber air alternatif seperti sumur bor.

Selain itu, perbaikan kebocoran pipa juga terus dilakukan, termasuk di kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan Km 16 yang sempat mengganggu suplai air di beberapa wilayah.

Manajemen PDAM menegaskan, krisis air bersih tidak lagi dipandang sebagai masalah musiman, melainkan persoalan yang harus ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.

Selain peningkatan layanan, PDAM juga menargetkan penambahan pelanggan seiring berkembangnya kawasan permukiman baru, termasuk di area Center Point of Indonesia (CPI).

“Kami ingin memastikan pelayanan tetap berjalan maksimal, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat,” kata Andi Syahrum.

Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan berbagai pihak terkait, upaya ini diharapkan mampu menghadirkan layanan air bersih yang merata bagi seluruh warga Makassar.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *