{"id":773,"date":"2017-10-20T06:54:33","date_gmt":"2017-10-20T06:54:33","guid":{"rendered":"http:\/\/timurindonesia.com\/?p=773"},"modified":"2017-10-20T06:54:33","modified_gmt":"2017-10-20T06:54:33","slug":"untuk-membangun-desa-dibutuhkan-kecerdasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/untuk-membangun-desa-dibutuhkan-kecerdasan\/","title":{"rendered":"Untuk Membangun Desa Dibutuhkan Kecerdasan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Akademisi Bahas Pembangunan dan Pengembangan Desa<\/strong><\/p>\n<p>Pembangunan desa menuju kesejahteraan masyarakat yang tinggal disana, tentunya membutuhkan pemikiran yang matang dari sejumlah pihak.<\/p>\n<p>Tidak hanya pemerintah, dan masyarakat setempat tetapi perlu adanya dukungan dan pemikiran dari sejumlah akademisi. Telah tercatat dalam UI no. 6 tahun 2014 tentang desa yang mandiri maju dan sejahtera. Dimana sangat diharapkan peran perguruan tinggi untuk mewujudkannya.<\/p>\n<p>Dari seminar yang diadakan Universitas Bosowa (Unibos), Kamis (19\/10\/2017). Sebanyak 300 mahasiswa dan sejumlah pakar sosiologi, ketua umum asosiasi hukum adat, terlihat sangat serius menyimak jalannya seminar yang mengusung tema &#8220;Peran Perguruan Tinggi Menuju Desa Mandiri&#8221;.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan yang dipandu Prof. Husain Hamka, Guru Besar Unibos yang juga bergerak dibidang sosiologi ini, sejumlah pemateri memberikan pemahaman tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan desa khususnya menuju kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Ditjen Bina Nata Wirawan, mengatakan, konsep pembangunan desa itu diawali dengan implementasi UU desa khususnya peningkatan kapasitas aparatur desa dan penyelenggaraan yang akuntabilitas.<\/p>\n<p>Rata-rata perangkat desa saat ini masyarakatnya memiliki tingkat pendidikan hanya hingga SLTA. Sehingga diperlukan pemberdayan masyarakat melalui pembinaan khusus, \u00a0agar terjadi kesatuan pemahaman dalam proses pembangunan.<\/p>\n<p>Tentunya hal ini akan ditunjang sesuai dengan anggaran yang diberikan kepada masing-masing pemerintah desa.<\/p>\n<p>Sememtara \u00a0Koordinator Kopertis Wil.IX Sulawesi menerangkan, beberapa fungsi perguruan tinggi dalam mewujudkan pengembangan desa. \u201cKita memiliki 74.910 desa se-Indonesia. Tetapi 8.090 desa diantaranya itu adalah daerah pesisir,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Kata Dia, berbagai permasalahan pembangunan pun terjadi didaerah itu. Sehingga perguruan tinggi berperan mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut.<\/p>\n<p>Termasuk menjadi wadah pembelajaran masyarakat, wadah pendidikan untuk pembangunan, sebagai pusat pengembangan iptek dan juga menjadi pusat peradaban bangsa.<\/p>\n<p>Guru Besar Unibos Prof. Marwan Mas dengan pendapatnya, \u00a0jika ingin memajukan sebuah desa, maka perangkat desa harus betul-betul paham dalam proses perancangan anggaran.<\/p>\n<p>Sehingga tidak ada kerugian dalam implementasi uang negara juga terhindar dari penyelewengan.<\/p>\n<p>Sehingga butuh kecerdasan untuk melihat potensi yang dimiliki sebuah desa sebelum dilakukan pembangunan.<\/p>\n<p>Pembangunan yang dilakukan pun sesuai kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Sebaiknya dana tidak hanya digunakan dalam pembangunan infrastruktur, seperti yang diungkapkan Guru Besar Unhas Prof Armin Ardyad, \u00a0tetapi juga dalam pengembangan produksi masyarakat menuju sejahtera.<\/p>\n<p><strong>Penulis : Andi Amriani<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akademisi Bahas Pembangunan dan Pengembangan Desa Pembangunan desa menuju kesejahteraan masyarakat yang tinggal disana, tentunya membutuhkan pemikiran yang matang dari sejumlah pihak. Tidak hanya pemerintah, dan masyarakat setempat tetapi perlu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":774,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[36,446,635],"newstopic":[],"class_list":["post-773","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-akademisi","tag-pembangunan-desa","tag-unibos-45"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=773"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/773\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=773"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}