{"id":4836,"date":"2025-06-07T16:16:05","date_gmt":"2025-06-07T08:16:05","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=4836"},"modified":"2025-06-07T16:16:05","modified_gmt":"2025-06-07T08:16:05","slug":"jelang-musda-2025-idrus-marham-tegaskan-musda-momentum-kembalikan-kejayaan-golkar-sulsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/jelang-musda-2025-idrus-marham-tegaskan-musda-momentum-kembalikan-kejayaan-golkar-sulsel\/","title":{"rendered":"Jelang Musda 2025, Idrus Marham Tegaskan Musda Momentum Kembalikan Kejayaan Golkar Sulsel"},"content":{"rendered":"<p>MAKASSAR &#8211; Wakil Ketua Umum DPP partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, tahun 2025 akan menjadi momentum penting untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar sebagai &#8220;lumbung beringin&#8221; di kawasan timur Indonesia.<\/p>\n<p>Menurut Idrus, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memahami betul konstelasi politik di wilayah timur, termasuk Sulawesi Selatan yang selama ini menjadi basis kuat partai berlambang pohon beringin tersebut.<\/p>\n<p>Namun, ia mengakui adanya degradasi eksistensi dan elektabilitas Golkar dalam beberapa tahun terakhir di provinsi tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;&#8221;Ketua Umum (pak Bahlil) ingin agar menjadikan Musda 2025 sebagai momentum kebangkitan kembali Golkar di Sulawesi Selatan. Targetnya jelas: menjadikan Sulsel kembali sebagai lumbung beringin,&#8221; ujar Idrus Marham di Caffe Tawa, Jl. Ratulangi Makassar, Sabtu (7\/6\/2025).<\/p>\n<p>Mantan Sekjen Partai Golkar itu menekankan, bahwa Musda kali ini tidak boleh dijadikan ajang perebutan kekuasaan antar gerbong, tetapi harus mengedepankan kader-kader yang memiliki prestasi politik, daya juang tinggi, serta kemampuan konsolidasi internal.<\/p>\n<p>Idrus menyoroti pentingnya memilih figur pemersatu, bukan tokoh kontroversial atau yang hanya mewakili kelompok tertentu.<\/p>\n<p>&#8220;Prestasi menjadi tolok ukur. Yang dibutuhkan adalah kader yang bisa menyatukan, bukan memecah. Tidak boleh lagi ada gerbong-gerbongan yang saling menjegal,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia berharap Musda 2025 mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga memiliki semangat patriotisme dan nasionalisme tinggi, serta mendahulukan kepentingan partai dan daerah di atas kepentingan pribadi.<\/p>\n<p>Terkait isu disharmoni internal, Idrus menyatakan bahwa selama ini ada kecenderungan paradigma &#8220;menguasai Golkar&#8221; ketimbang membesarkannya. Ketua Umum Golkar, telah menginstruksikan perubahan paradigma itu ke arah yang lebih kolektif dan inklusif.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau paradigma-nya menguasai, maka yang dianggap menghambat akan diamputasi. Itu tidak boleh terjadi lagi. Golkar bukan milik satu keluarga atau individu, ini milik rakyat. Semua punya peluang yang sama,&#8221; tandasnya.<\/p>\n<p>Soal wacana diskresi calon Ketua DPD, Idrus menyatakan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum melalui mekanisme partai yang sah. Ia juga menegaskan, tidak boleh ada pihak-pihak yang mengatasnamakan DPP untuk mengarahkan dukungan secara sepihak.<\/p>\n<p>&#8220;Yang penting adalah fakta prestasi. Bukan opini, bukan rekayasa. Banyak yang merasa hebat tapi tidak punya bukti. Kita tidak boleh tertipu oleh kemasan, yang dilihat adalah isi,&#8221; ujar Idrus.(Ra)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR &#8211; Wakil Ketua Umum DPP partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, tahun 2025 akan menjadi momentum penting untuk mengembalikan kejayaan Partai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":4837,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4,8],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-politik"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4836"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4838,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4836\/revisions\/4838"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4837"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4836"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}