{"id":9683,"date":"2026-08-23T16:30:52","date_gmt":"2026-08-23T08:30:52","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=9683"},"modified":"2026-08-23T16:34:18","modified_gmt":"2026-08-23T08:34:18","slug":"wamenlu-anis-matta-peringatkan-dampak-perang-hibrida-global-asia-terancam-krisis-energi-dan-inflasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/wamenlu-anis-matta-peringatkan-dampak-perang-hibrida-global-asia-terancam-krisis-energi-dan-inflasi\/","title":{"rendered":"Dampak Perang Hibrida Global, Anis Matta: Asia Terancam Krisis Energi dan Inflasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong> &#8212; Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI), H. Muhammad Anis Matta, Lc., memperingatkan potensi krisis ekonomi dan energi yang membayangi kawasan Asia seiring meningkatnya eskalasi perang hibrida (hybrid warfare) global di tengah memanasnya konflik di Eropa dan Timur Tengah.<\/p>\n<p>Peringatan tersebut disampaikan Anis Matta saat menyampaikan orasi geopolitik dalam Muktamar V Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (21\/8\/2026).<\/p>\n<p>Dalam orasinya, Anis memaparkan bahwa konstelasi geopolitik dunia saat ini telah memasuki fase yang ia sebut sebagai \u201cPerang Dunia Ketiga dalam wajah baru\u201d. Menurutnya, persaingan supremasi antara kekuatan adidaya lama (incumbent) dan kekuatan penantang tidak lagi berlangsung melalui konfrontasi militer secara langsung.<\/p>\n<p>Sebaliknya, persaingan tersebut berkembang menjadi perang hibrida yang berlangsung panjang dengan memanfaatkan berbagai instrumen, mulai dari tekanan ekonomi, serangan siber, penguasaan teknologi, hingga blokade dan pembatasan akses geografis.<\/p>\n<p>Salah satu dampak paling krusial yang disoroti Wamenlu adalah ancaman terhadap ketahanan energi di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Konflik di Timur Tengah yang melibatkan penguasaan jalur strategis seperti Selat Hormuz oleh Iran mengancam kelancaran ekspor minyak dunia.<\/p>\n<p>Menurut Anis, Asia merupakan kawasan padat penduduk dan pusat industri yang sangat bergantung pada impor energi, dengan Tiga Negara Pengimpor Utama berada di kawasan ini.<\/p>\n<p>&#8220;Celakanya, hampir seluruh minyak dari Timur Tengah diekspor ke Asia. Tiongkok mengimpor lebih dari 16 juta barel per hari, dan Indonesia mengimpor sekitar satu juta barel per hari. Jika pasokan dari Teluk terganggu akibat serangan militer atau blokade, Asia adalah kawasan yang paling menderita,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Anis menambahkan, gangguan pada pasokan minyak dunia akan memicu dua ancaman utama bagi perekonomian nasional seperti menyebabkan pembengkakan nilai subsidi energi dan tekanan berat pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan melumpuhkan sektor manufaktur nasional yang bertumpu pada pasokan energi impor dan pasar ekspor.<\/p>\n<p>&#8220;Kita mendapatkan masalah yang tidak kita ciptakan, tetapi harus membayar ongkosnya. Krisis ini bersifat sistemik, berlarut, dan akan menempatkan posisi pemerintah di banyak negara semakin sulit jika tidak ada antisipasi sejak dini,&#8221; jelas Wamenlu.<\/p>\n<p>Menghadapi ketidakpastian global tersebut, Anis Matta menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik, ekonomi, dan sosial di dalam negeri. Dengan menjaga Indonesia tetap aman dan kondusif, Indonesia berpeluang menjadi tujuan utama arus modal dan investasi global (safe haven) yang mencari titik aman di tengah krisis.<\/p>\n<p>&#8220;Jika kita bisa menjadikan Indonesia sebagai negara yang aman dan tenang di tengah hawa perang global ini, saya percaya modal dan hal-hal baik akan mengalir ke tempat kita,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8212; Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI), H. Muhammad Anis Matta, Lc., memperingatkan potensi krisis ekonomi dan energi yang membayangi kawasan Asia seiring meningkatnya eskalasi perang hibrida&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":9684,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1311],"tags":[4028],"newstopic":[4029],"class_list":["post-9683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-haji-2024","tag-anis-matat","newstopic-perang-hibrida"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9683"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9687,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9683\/revisions\/9687"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9683"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=9683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}