MADINAH— Bus yang digunakan mengangkut jemaah haji Indonesia kecelakaan di kota Madinah, Arab Saudi,pada Selasa 28 April 2026.
Jemaah yang mengalami kecelakaan merupakan kelompok terbang SUB-02 dan JKS-01. Berdasarkan laporan lapangan, sebanyak 7 jemaah JKS-01, 2 jemaah SUB-02, serta 1 pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) mengalami luka ringan.
Kementerian Haji dan Umrah RI, memastikan kondisi para jemaah terus dipantau secara intensif, dengan memastikan seluruh kebutuhan medis dan logistik terpenuhi secara optimal. Pendampingan pun dilakukan secara berkelanjutan, guna menjaga kenyamanan sekaligus menjamin keamanan jemaah selama menjalani masa pemulihan.
Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi, menjelaskan bahwa pada kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, sebanyak 10 jemaah mengalami luka-luka. Upaya pemulihan jemaah terus dilakukan secara maksimal melalui pemantauan intensif dan pendampingan berkelanjutan.
Hingga saat ini, kondisi para jemaah dilaporkan dalam pengawasan ketat oleh tim medis dan petugas terkait, guna memastikan setiap perkembangan kesehatan dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Ia menekankan bahwa koordinasi aktif antara KBIHU dan petugas resmi pemerintah menjadi hal yang sangat penting. Sinergi yang baik dinilai mampu memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal, terarah, dan tetap mengedepankan aspek keamanan serta kenyamanan selama pelaksanaan ibadah haji.
“Tidak boleh ada aktivitas lain jemaah luar kepentingan ibadah yang berpotensi merugikan jemaah, termasuk praktik pungutan tambahan yang tidak sesuai ketentuan,” katanya, Kamis (30/04/2026).
Kemenhaj berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan haji yang aman, tertib, dan berorientasi pada perlindungan serta kenyamanan seluruh jemaah Indonesia.










