{"id":7886,"date":"2026-01-29T19:31:21","date_gmt":"2026-01-29T11:31:21","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=7886"},"modified":"2026-01-30T11:01:32","modified_gmt":"2026-01-30T03:01:32","slug":"makassar-raih-penghargaan-uhc-prioritas-2026-bukti-komitmen-layanan-kesehatan-inklusif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/makassar-raih-penghargaan-uhc-prioritas-2026-bukti-komitmen-layanan-kesehatan-inklusif\/","title":{"rendered":"Makassar Raih Penghargaan UHC Prioritas 2026, Bukti Komitmen Layanan Kesehatan Inklusif"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada awal 2026, Kota Makassar berhasil meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas 2026 dari Pemerintah Pusat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan di sektor pelayanan kesehatan.<\/p>\n<p>Penghargaan tersebut diraih di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, menjelang satu tahun masa kepemimpinan pasangan Munafri\u2013Aliyah (MULIA). Kota Makassar dinilai mampu menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi warganya melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).<\/p>\n<p>Dalam ajang penghargaan tersebut, Makassar meraih kategori Pratama, berdasarkan capaian kepesertaan JKN yang tinggi serta tingkat keaktifan peserta yang memenuhi standar nasional.<\/p>\n<p>Penghargaan UHC Prioritas diserahkan langsung oleh Kepala BPJS Kesehatan Pusat, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK, kepada Wali Kota Makassar yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin. Prosesi penyerahan berlangsung di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Utara, Selasa (27\/1\/2026).<\/p>\n<p>Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Andi Bukti Djufrie serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar Muhammad Hatim Salam.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menjelaskan bahwa penghargaan UHC kategori Pratama diberikan kepada daerah yang memenuhi indikator utama, di antaranya kepesertaan JKN yang telah mencapai lebih dari 98 persen dari total penduduk, serta tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen.<\/p>\n<p>\u201cPenghargaan ini sejalan dengan visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dalam mewujudkan kota yang sehat, humanis, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat melalui program JKN,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, capaian tersebut mencerminkan keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, merata, dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan.<\/p>\n<p>Selain capaian kepesertaan, Pemerintah Kota Makassar juga dinilai telah menyiapkan komitmen anggaran untuk mendukung keberlanjutan program JKN hingga tahun 2026 dan seterusnya, sehingga layanan jaminan kesehatan tetap berjalan tanpa hambatan.<\/p>\n<p>\u201cAnggaran telah disiapkan hingga September 2026, agar keberlangsungan program jaminan kesehatan bagi masyarakat tetap terjamin,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Program UHC menjadi salah satu program prioritas Pemkot Makassar yang memastikan seluruh warga memperoleh akses pelayanan kesehatan, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga layanan rujukan di rumah sakit melalui BPJS Kesehatan.<\/p>\n<p>Ke depan, Pemerintah Kota Makassar menargetkan peningkatan capaian menuju predikat UHC kategori Utama, yang mensyaratkan tingkat keaktifan peserta JKN di atas 90 persen.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap Makassar dapat naik ke kategori Utama. Untuk itu, kolaborasi dan komitmen lintas perangkat daerah akan terus diperkuat,\u201d kata dr. Nursaidah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada awal 2026, Kota Makassar berhasil meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas 2026 dari Pemerintah Pusat sebagai bentuk&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7887,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3054,4],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7886","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dinkes-makassar","category-news"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7886","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7886"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7886\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7889,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7886\/revisions\/7889"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7887"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7886"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7886"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7886"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7886"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}