{"id":657,"date":"2017-10-08T08:43:29","date_gmt":"2017-10-08T08:43:29","guid":{"rendered":"http:\/\/timurindonesia.com\/?p=657"},"modified":"2017-10-08T08:43:29","modified_gmt":"2017-10-08T08:43:29","slug":"setelah-nh-giliran-azis-di-serang-isu-sesat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/setelah-nh-giliran-azis-di-serang-isu-sesat\/","title":{"rendered":"Setelah NH, Giliran Azis di Serang Isu Sesat"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\">\n<p><strong>Makassar &#8212;<\/strong> Menjelang Pilgub Sulsel 2018, sederet kampanye negatif menyasar Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Setelah NH diserang dengan isu korupsi lama, giliran Aziz yang digempur dengan isu sesat yang menjurus ke SARA.<\/p>\n<p>Di Toraja, Aziz dituding akan melakukan islamisasi terhadap non-muslim bila nantinya terpilih. Serangan kampanye negatif massif dilakukan menyusul elektabilitas NH-Aziz yang semakin berkibar dan tidak terkejar oleh para rivalnya.<\/p>\n<p>Isu sesat diduga disebarkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menggerus elektabilitas NH-Aziz. Diduga isu itu dilemparkan ke publik Toraja karena melihat Aziz sebagai muslim yang taat. Ditambah lagi jejak historis sang ayah, Kahar Muzakkar yang pernah memimpin Gerakan DI\/TII.<\/p>\n<p>Meski ingin mendirikan negara berlandaskan azas Islam, Kahar Muzakkar bukanlah orang yang memaksakan agamanya kepada orang lain. Sayangnya, terjadi distorsi sejarah sehingga banyak kisah yang memberikan gambaran lain.<\/p>\n<p>Cerita pembodohan terkait islamisasi oleh Kahar Muzakkar pun diulang di Toraja tatkala sang anak ingin bertarung di Pilgub Sulsel.<\/p>\n<p>Namun, tidak semua warga Toraja percaya isu islamisasi itu, terkhusus bagi mereka yang cerdas dan memahami sejarah.<\/p>\n<p>Salah satunya Pradyan Rizky Londong Allo alias Iin, cucu dari Puang MA Rondong Allo, yang mengaku telah mendapatkan penjelasan gamblang dari sang kakek.<\/p>\n<p>Dikatakan dia, isu islamisasi atau pemaksaan agama Islam hanyalah pembodohan bagi publik Toraja.<\/p>\n<p>&#8220;Sebenarnya sebagian orang Toraja selama ini dibodoh-bodohi oleh isu DI\/TII. Saya katakan itu sesuai apa yang disampaikan kakek almarhum Puang MA Londong Allo,&#8221; jelasnya, kemarin (8\/10)<\/p>\n<p>Berdasarkan cerita sang kakek, selama Gerakan DI\/TII menguasai Toraja di bawah kendali Kahar Muzakkar, tidak ada yang memaksakan ajaran agama Islam.<\/p>\n<p>Hanya saja, pimpinan-pimpinan DI\/TII bersikap tegas terhadap warga Toraja yang memeluk agama Islam untuk tidak lagi memelihara babi. Pasalnya, babi merupakan hewan yang haram bagi umat Islam.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi masyarakat Toraja yang sudah memeluk agama Islam wajib hukumnya tidak memelihara babi. Nah, ini mohon diluruskan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Berdasarkan catatan sejarah, meski Kahar Muzakkar bergabung dalam DI\/TII, namun tidak selamanya ia setuju dengan paham Kartosoewirjo yang menginginkan Indonesia menjadi negara kesatuan di bawah payung Islam.<\/p>\n<p>Ia cenderung menginginkan Indonesia sebagai negara federal sehingga azas Islam tidak perlu diterapkan di seluruh wilayah negara. <strong>Andi amriani<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makassar &#8212; Menjelang Pilgub Sulsel 2018, sederet kampanye negatif menyasar Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz). Setelah NH diserang dengan isu korupsi lama, giliran Aziz yang digempur dengan isu sesat yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":658,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[62,230,404],"newstopic":[],"class_list":["post-657","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-azis-kahar","tag-isu-sesat","tag-nurdin-halid"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=657"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/657\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=657"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}