{"id":2576,"date":"2024-05-02T15:48:40","date_gmt":"2024-05-02T07:48:40","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=2576"},"modified":"2024-05-02T15:48:40","modified_gmt":"2024-05-02T07:48:40","slug":"tembus-3-juta-penonton-film-siksa-kubur-punya-fakta-bikin-merinding","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/tembus-3-juta-penonton-film-siksa-kubur-punya-fakta-bikin-merinding\/","title":{"rendered":"Tembus 3 Juta Penonton, Film Siksa Kubur Punya Fakta Bikin Merinding"},"content":{"rendered":"<p><strong>MAKASSAR, timurindonesia.com \u2013<\/strong> Sejak penayangannya pada April lalu, Film Siksa Kubur berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta penonton. Film garapan Joko Anwar ini memang telah ditunggu-tunggu oleh para pecinta horror. Terlebih lagi momen penanyangannya bertepatan dengan libur lebaran. <\/p>\n<p>Berdurasi sekitar 1 jam 57 menit, Siksa Kubur menampilkan cerita dengan muatan religi yang cukup kuat. Dengan mengikuti Sita sebagai karakter utama, yang ingin membuktikan bahwa siksa kubur hanyalah bualan yang diciptakan untuk menakuti anak-anak saat kecil dulu.<\/p>\n<p>Lalu, seperti apa perjalanan Sita dalam membuktikannya? Dan apa saja fakta-fakta menarik dibalik filmnya? Simak ulasannya di bawah ini.<\/p>\n<p><strong>Sinopsis Film Siksa Kubur<\/strong><br \/>\nDilansir dari kanal YouTube Rapi Films, Siksa Kubur bercerita tentang seorang perempuan bernama Sita yang baru saja kehilangan orang tuanya karena kejadian bom bunuh diri. Setelah kejadian itu, Sita seketika menjadi kecewa dan tidak mempercayai agama. <\/p>\n<p>Sebagai bentuk dari ketidakpercayaannya pada agama, Sita bersikeras meyakini bahwa siksaan kubur setelah meninggal bagi orang-orang yang berdosa hanya karangan. Makanya ia mencari orang paling berdosa dan menunggunya tutup usia.<br \/>\nSetelah orang yang dianggap paling berdosa itu meninggal dan dikubur, Sita nekat masuk ke dalam kuburannya. Hanya untuk membuktikan sendiri keyakinannya tentang bualan agama yang tidak nyata.<\/p>\n<p>Namun, alih-alih berhasil membuktikannya, Sita justru mendapat terror gangguan dari makhluk-makhluk gaib yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.<\/p>\n<p><strong>Fakta Menarik Film Siksa Kubur<\/strong><br \/>\nNama Joko Anwar sebagai sineas film sudah tidak diragukan lagi. Kesuksesannya menyutradarai Pengabdi Setan membuat karyanya layak dinantikan. <\/p>\n<p>Ditambah sederet fakta menarik yang membawa film Siksa Kubur sukses di layar lebar.<\/p>\n<p>1.Dibintangi aktor dan aktris kenamaan<br \/>\n<figure id=\"attachment_2578\" aria-describedby=\"caption-attachment-2578\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Pemain-Siksa-Kubur-250x190.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"190\" class=\"size-medium wp-image-2578\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2578\" class=\"wp-caption-text\">Para Pemeran Siksa Kubur. Foto: Akun X Film Indo Source<\/figcaption><\/figure><br \/>\nNama-nama besar industri perfilman Indonesia turut membintangi Siksa Kubur. Beberapa di antaranya bahkan merupakan peraih Piala Citra. Mereka adalah Reza Rahadian, Slamet Rahardjo, Jajang C Noer, dan Christine Hakim.<\/p>\n<p>Selain nama tersebut, ada pula aktor dan aktris lain yang tak kalah berbakat, seperti model Faradina Mufti, Widuri Puteri, Muzaki Ramdhan, Fachry Albar, Selamat Salma, dan lainnya.<\/p>\n<p>2.Poster film yang epic dan mengandung makna<br \/>\nDalam posternya, Siksa Kubur menampilkan seekor ular. Dilansir dari akun Instagram @siksakubur.movie, ular itu ternyata melambangkan Syuja&#8217;ul Aqra.<\/p>\n<p>Syuja&#8217;ul Aqra merupakan sosok ular penyiksa di alam kubur. Ini menjadi siksaan bagi orang yang meninggalkan salat. Bahkan dalam sebuah hadis, Syaja&#8217;ul Aqra terwujud dari harta yang tidak disucikan dengan zakat. Setiap harta yang tidak dikeluarkan untuk zakat kelak akan menjadi siksa kubur berwujud ular penuh bisa.<\/p>\n<p>3.Terowongan Juliana yang ikonik<br \/>\n<figure id=\"attachment_2579\" aria-describedby=\"caption-attachment-2579\" style=\"width: 250px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Terowongan-Siksa-Kubur-250x190.jpg\" alt=\"\" width=\"250\" height=\"190\" class=\"size-medium wp-image-2579\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2579\" class=\"wp-caption-text\">Terowongan Juliana dalam Scene Ikonik Film Siksa Kubur. Foto : Akun X Mupi<\/figcaption><\/figure><br \/>\nSalah satu adegan paling ikonik saat Adil dan Sita masuk dalam sebuah terowongan. Ternyata terowongan tersebut adalah cagar budaya di Pangandaran, Jabar. <\/p>\n<p>Namanya terowongan Juliana yang dibangun pada tahun 1913-1916. Konon, terowongan itu memang seram. Banyak warga sekitar yang mengaku pernah mendengar jeritan perempuan atau melihat sosok noni Belanda. <\/p>\n<p>Joko Anwar  melakukan survei untuk menemukan lokasi tersebut sampai enam bulan lamanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR, timurindonesia.com \u2013 Sejak penayangannya pada April lalu, Film Siksa Kubur berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta penonton. Film garapan Joko Anwar ini memang telah ditunggu-tunggu oleh para pecinta horror&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":2580,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3,1287],"tags":[1290,1289,1291,1293,1292,1288],"newstopic":[],"class_list":["post-2576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","category-film","tag-bioskop-indonesia","tag-film-indonesia","tag-joko-anwar","tag-piala-citra","tag-reza-rahadian","tag-siksa-kubur"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2576"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2576\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2582,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2576\/revisions\/2582"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2576"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}