Tragedi HUT RI di Puncak Bawakaraeng, 1 Orang Meninggal, Puluhan Pendaki Dievakuasi

  • Bagikan
Dingin ekstrem Gunung Bawakaraeng saat HUT RI memakan korban. Seorang pendaki muda meninggal, puluhan lainnya terpaksa diselamatkan.

Gowa, Sulsel – Euforia perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berakhir pilu. Seorang pendaki dilaporkan meninggal dunia diduga akibat hipotermia hebat, sementara puluhan lainnya harus dievakuasi tim gabungan.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan, korban diketahui bernama Irfan (24), warga Kabupaten Bone. Dia ikut rombongan pendakian yang berangkat melalui jalur Bulu Baria. Saat ditemukan oleh tim siaga, korban sudah dalam kondisi lemah dengan tanda-tanda hipotermia. Meski sempat mendapat pertolongan darurat, nyawa korban tak terselamatkan.

Selain korban meninggal, lebih dari 60 pendaki lainnya terpaksa dievakuasi dari gunung. Mayoritas mengalami gejala kedinginan ekstrem, kelelahan, dan gangguan kesehatan lain. Mereka langsung dibawa ke posko kesehatan di kaki gunung untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Kondisi cuaca yang tidak menentu dengan suhu malam hari yang turun drastis menjadi pemicu utama banyaknya pendaki yang jatuh sakit,” katanya.

Evakuasi korban dari lokasi berlangsung dramatis. Hal tersebut dikarenakan  jalan yang licin saat evakuasi sehingga menyebabkan jalanan cukup licin.

Gunung Bawakaraeng merupakan salah satu destinasi favorit pendaki setiap momentum 17 Agustus. Ribuan orang biasanya memadati jalur pendakian untuk mengibarkan bendera merah putih di puncak yang berada di ketinggian 2.830 mdpl.

Tahun ini, jumlah pendaki diperkirakan mencapai lebih dari 4.000 orang. Padatnya jalur membuat proses evakuasi cukup sulit, mengingat medan yang terjal dan licin akibat hujan.

Tragedi ini kembali membuka diskusi soal manajemen pendakian massal di Bawakaraeng. Pemerhati lingkungan dan komunitas pendaki menilai perlu adanya pembatasan kuota pendaki, peningkatan pos kesehatan, serta kesiapan logistik darurat pada jalur utama.

Peristiwa duka di Gunung Bawakaraeng menjadi pengingat bahwa semangat merayakan kemerdekaan harus dibarengi dengan kesadaran akan keselamatan. Persiapan matang, peralatan memadai, dan kedisiplinan pendaki adalah kunci agar pendakian bisa menjadi pengalaman penuh makna tanpa harus kehilangan nyawa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *