Kala Teater Pentaskan “Passompe” Perjalanan Melintasi Batas Kesedihan

  • Bagikan
Kala Theater

Makassar, Kala Teater kembali menggelar pertunjukan teater “Passompe- Perjalanan Melintasi Batas Kesedihan” setelah diselenggarakan di Festival Seni Bali Jani 2023 dan di Teater Lintas Sulawesi Palu November 2024 lalu. Pertunjukan yang menelusuri pertanyaan tentang identitas, adaptasi, gender, seksualitas, dan kekuasaan sebagai dampak dari gelombang massompe’ sebelum abad XXI dan setelah abad XXI tersebut akan diselenggarakan di Gedung Mulo, 8 hingga 10 Desember 2024.

Sutradara dan penulis naskah pertunjukan, Shinta Febriany, dalam rilisnya menjelaskan, karya teater kontenporer kali ini terinspirasi pada fenomena massompe’ yakni aktivitas merantau orang Bugis dan Makassar dengan cara berlayar ke Nusantara dan Asia Tenggara. Passompe’ adalah orang yang melakukan sompe’ (perantauan) dimulai pada abad XVII dengan menggunakan perahu tradisional, antara lain Pinisi, Palari, dan Lambo.

“Di konteks Indonesia Passompe’ telah dilekatkan pada identitas orang Bugis atau To’ Ugi,” sebutnya.

Lebih lanjut ujar Shinta, Fenomena massompe’ dipahami sebagai mobilitas sosial lintas batas yang memiliki karakter mirip dengan istilah diaspora dan transnasional. Penyebaran menjadi kata kunci fenomena massompe’, diaspora, dan transnasional yang mengantar pada sejumlah pengetahuan dan kisah yang dimulai di samudra.

“Penciptaan Passompe’ memanfaatkan dan menafsir ulang teks mitologi I La Galigo, kitab Ade’ Allopi-loping ri Bicaranna Pabbalu’e serta menggunakan kisah Arung Ratu Daeng Mangkau, La Satumpugi, La Maddukelleng dan ungkapan mallekke’ dapureng.”

Program ini terselenggara atas kerjasama dengan Kemendikbudristek, Dana Indonesiana, LPDP, dan Pekan Kebudayaan Nasional 2024.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *