{"id":9720,"date":"2026-08-17T19:26:22","date_gmt":"2026-08-17T11:26:22","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=9720"},"modified":"2026-08-25T19:29:49","modified_gmt":"2026-08-25T11:29:49","slug":"jelajah-sampah-bangun-komitmen-masyarakat-wujudkan-makassar-bersih-dan-bebas-sampah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/jelajah-sampah-bangun-komitmen-masyarakat-wujudkan-makassar-bersih-dan-bebas-sampah\/","title":{"rendered":"Jelajah Sampah Bangun Komitmen Masyarakat Wujudkan Makassar Bersih dan Bebas Sampah"},"content":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2013 Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kegiatan Jelajah Sampah. Memasuki titik ke-14 di Kecamatan Tamalanrea, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama dalam mewujudkan Makassar yang bersih dan mampu mengelola sampah dengan baik.<\/p>\n<p>Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan kegiatan pengangkutan dan pembersihan. Perubahan harus dimulai dari kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.<\/p>\n<p>\u201cKalau bukan kita yang mulai, siapa lagi?\u201d ujar Munafri.<\/p>\n<p>Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri memilah sampah organik, anorganik, dan residu. Pemilahan tersebut menjadi langkah awal agar setiap jenis sampah dapat dikelola sesuai karakteristiknya dan tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir.<\/p>\n<p>\u201cSekarang kita mulai maksimalkan bagaimana memilah sampah. Saya tahu ini bukan hal yang mudah, tetapi kalau kita lakukan hari ini, kita akan mulai terbiasa,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Munafri menilai persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Jika tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan, persoalan tersebut dapat menjadi ancaman besar bagi lingkungan dan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSaya menganggap persoalan sampah ini adalah persoalan yang kalau kita tidak bereskan akan menjadi bencana besar untuk kita semua,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Karena itu, melalui kegiatan Jelajah Sampah, Munafri ingin membangun komitmen bersama antara pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Makassar. Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan memungut sampah, tetapi dilanjutkan dengan perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Ia mengajak masyarakat memulai langkah sederhana dengan memilah sampah yang dihasilkan dari rumah masing-masing. Kebiasaan tersebut kemudian diharapkan diterapkan secara konsisten di lingkungan tempat tinggal.<\/p>\n<p>\u201cMelalui kegiatan Jelajah Sampah saya ingin bersama masyarakat membangun komitmen kita. Seluruh masyarakat Kota Makassar bertekad mewujudkan Makassar yang bersih dan mampu mengelola sampahnya dengan baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Kegiatan Jelajah Sampah titik ke-14 di Kecamatan Tamalanrea menjadi salah satu upaya Pemkot Makassar untuk memperluas edukasi sekaligus mengajak masyarakat terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan.<\/p>\n<p>Munafri berharap gerakan tersebut dapat melahirkan kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah maupun petugas kebersihan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.<\/p>\n<p>Dari rumah, komitmen tersebut diharapkan terus bergerak ke tingkat lingkungan, kelurahan hingga seluruh wilayah Kota Makassar. Dengan keterlibatan masyarakat secara aktif, target mewujudkan Makassar yang bersih dan bebas sampah diharapkan semakin dekat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2013 Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui kegiatan Jelajah Sampah. Memasuki titik ke-14 di Kecamatan Tamalanrea, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9723,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3945],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-9720","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dinas-lingkungan-hidup-makassar"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9720"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9721,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9720\/revisions\/9721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9720"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=9720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}