{"id":6820,"date":"2025-10-23T13:55:52","date_gmt":"2025-10-23T05:55:52","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=6820"},"modified":"2025-10-23T13:55:59","modified_gmt":"2025-10-23T05:55:59","slug":"dedi-mulyadi-temukan-fakta-menarik-soal-sumber-air-aqua-danone-berikan-klarifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/dedi-mulyadi-temukan-fakta-menarik-soal-sumber-air-aqua-danone-berikan-klarifikasi\/","title":{"rendered":"Dedi Mulyadi Temukan Fakta Menarik Soal Sumber Air Aqua, Danone Berikan Klarifikasi"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, \u2014 Sebuah video yang diunggah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini menjadi viral dan menarik perhatian publik. Dalam video tersebut, Dedi melakukan inspeksi ke fasilitas pengolahan air Aqua, dan terungkap bahwa sumber air yang digunakan oleh Aqua ternyata berasal dari dalam tanah, bukan dari permukaan seperti yang banyak diperkirakan.<\/p>\n<p>Dalam video yang diunggah di akun YouTube @KANGDEDIMULYADICHANNEL, Dedi Mulyadi terlihat mengajukan pertanyaan kepada salah satu staf yang menemui dirinya di lokasi. Dedi, yang awalnya mengira air Aqua diambil dari sungai, terkejut saat staf tersebut menjelaskan bahwa air Aqua bukan berasal dari permukaan air seperti sungai atau mata air biasa, melainkan dari bawah tanah.<\/p>\n<p>Saat sidak ke perusahaan Aqua di Subang, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menanyakan apakah sumber air Aqua ini diambil dari sungai? Pertanyaan itu kemudian dijawab oleh staf perusahaan yang mendampingi KDM. &#8220;Airnya berasal dari bawah tanah, Pak,&#8221; jawab staf tersebut.<\/p>\n<p>Setelah mendapatkan jawaban tersebut, Dedi Mulyadi terlihat terkejut dan kembali bertanya apakah air tersebut diambil dengan cara dibor. Staf itu pun mengonfirmasi bahwa air yang digunakan Aqua memang diambil dengan pengeboran dari dalam tanah.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, air ini diambil dari dalam tanah yang dibor, bukan dari permukaan? Apakah itu tidak akan menyebabkan masalah seperti pergeseran tanah atau kerusakan lingkungan?&#8221; tanya Dedi dengan raut wajah terkejut.<\/p>\n<p>Klarifikasi mengenai temuan ini datang dari Danone Indonesia, yang memproduksi Aqua. Dalam pernyataan resmi, Danone menyampaikan bahwa sumber air Aqua berasal dari akuifer yang ada di pegunungan, bukan dari sumber air permukaan atau sungai.<\/p>\n<p>\u201cAir AQUA berasal dari 19 sumber air pegunungan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Setiap sumber air dipilih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan sembilan kriteria ilmiah dan lima tahapan evaluasi, yang memerlukan waktu penelitian minimal satu tahun,\u201d jelas Danone dalam keterangan tertulisnya.<\/p>\n<p>Danone juga menjelaskan bahwa air Aqua diambil dari akuifer dalam dengan kedalaman 60 hingga 140 meter. Akuifer ini terlindungi oleh lapisan kedap air alami yang menjamin air yang diambil bebas dari kontaminasi. Proses pengeboran dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Danone menegaskan bahwa pengambilan air dari akuifer yang terlindungi tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Bahkan, sebagian sumber air Aqua bersifat self-flowing, yaitu air mengalir alami ke permukaan tanpa perlu dibor. Selain itu, Danone menyatakan bahwa setiap titik sumber air yang digunakan Aqua telah melalui kajian lingkungan yang melibatkan tim ahli dari berbagai disiplin ilmu, termasuk geologi, mikrobiologi, dan hidrogeologi.<\/p>\n<p>Perusahaan juga menyebutkan bahwa kajian yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) membuktikan bahwa sumber air Aqua tidak bersinggungan dengan pasokan air yang digunakan oleh masyarakat setempat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, \u2014 Sebuah video yang diunggah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini menjadi viral dan menarik perhatian publik. Dalam video tersebut, Dedi melakukan inspeksi ke fasilitas pengolahan air&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":6821,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[3361,3356,3353,3354,3352,3362,3360,3364,3359,3358,3357,3355,3363],"newstopic":[],"class_list":["post-6820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-air-mineral","tag-akuifer","tag-aqua","tag-danone-indonesia","tag-dedi-mulyadi","tag-inovasi-aqua","tag-isu-lingkungan","tag-kdm","tag-klarifikasi-danone","tag-lingkungan","tag-pengambilan-air","tag-sumber-air-aqua","tag-sumber-air-pegunungan"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6820"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6823,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6820\/revisions\/6823"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6820"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=6820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}