{"id":1653,"date":"2023-10-27T04:54:31","date_gmt":"2023-10-27T04:54:31","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=1653"},"modified":"2023-10-27T04:54:31","modified_gmt":"2023-10-27T04:54:31","slug":"ternyata-cuaca-berubah-ubah-rentan-rusak-kulit-ini-kata-dokter-estetik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/ternyata-cuaca-berubah-ubah-rentan-rusak-kulit-ini-kata-dokter-estetik\/","title":{"rendered":"Ternyata Cuaca Berubah-ubah Rentan Rusak Kulit, Ini Kata Dokter Estetik"},"content":{"rendered":"<p><strong>MAKASSAR, timurindonesia.com &#8211;<\/strong> Musim pancaroba seringkali ditandai dengan cuaca yang berubah-ubah, dari cerah dengan sinar matahari menyengat tiba-tiba mendung atau berawan.<\/p>\n<p>Perubahan cuaca ekstrem ternyata dapat mempengaruhi kesehatan kulit bisa berupa infeksi pada kulit, bahkan yang terparah adalah kanker kulit<\/p>\n<p>Dokter Spesialis Dermatologi (kulit), Venereologi dan Estetika, dr.Yusuf Ardian, Sp.DVE mengungkapkan baik cuaca panas mau pun berawan matahari tetap memancarkan sinar UV yang rentan merusak kulit.<\/p>\n<p>&#8220;Pada saat cuaca panas dengan pancaran sinar UV yang intens berpotensi merusak kulit. Saat mendung tetap gunakan tabir surya, karena pada saat mendung pun tetap ada pancaran sinar UV,&#8221; jelas dr Yusuf Ardian, Kamis (26\/10\/2023).<\/p>\n<p>Dokter yang akrab disapa dr Yu ini juga berbagi 6 tips yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga kulit tetap sehat dan bercahaya selama musim pancaroba.<\/p>\n<p>1.\tLindungi kulit dari sinar UV<\/p>\n<p>Lindungi kulit dari sinar UV dengan menggunakan tabir surya SPF 30 ke atas, payung, topi, kacamata, atau pun masker.<\/p>\n<p>&#8220;Pada saat cuaca panas dengan pancaran sinar UV yang intens berpotensi merusak kulit. Gunakan tabir surya\/sunscreen dengan SPF yang cukup (SPF 30 keatas),&#8221; kata dokter alumni Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) ini.<\/p>\n<p>2. Hindari mandi air hangat<\/p>\n<p>Poin penting lainnya agar kulit tetap sehat di musim pancaroba adalah membatasi mandi air hangat terlebih dalam waktu yang lama, karena dapat membuat kulit menjadi kering.<\/p>\n<p>&#8220;Mandi air panas dapat mengurangi kelembapan kulit. Batasi waktu mandi dan gunakan air suhu normal. Jika diperlukan boleh menggunakan air hangat, bukan air panas,&#8221; kata dokter yang akrab disapa dr Yu ini.<\/p>\n<p>3. Rutin Berolahraga<\/p>\n<p>Olahraga yang rutin juga memberi dampak positif bagi kesehatan kulit. Rutin berkeringat disebut bisa membantu menunda penuaan pada kulit.<\/p>\n<p>&#8220;Olahraga yang teratur seperti jalan kaki, bersepeda, berenang, berlari atau latihan beban dapat memberikan suplai aliran darah dan oksigen yang cukup ke kulit sehingga kulit menjadi lebih sehat,&#8221; kata dokter yang bertugas di RSUD 1 Lagaligo Luwu Timur.<\/p>\n<p>4. Pilih pakaian yang menyerap keringat<\/p>\n<p>Gantilah pakaian yang basah akibat keringat dengan yang kering. Hal ini bertujuan agar kulit terhindar dari iritasi. Sebaiknya pilih pakaian yang menyerap keringat.<\/p>\n<p>&#8220;Jika Anda berkeringat lebih banyak karena perubahan suhu, ganti pakaian yang basah dengan yang kering untuk mencegah iritasi,&#8221; tutup dr Yu.<\/p>\n<p>5. Jaga kelembapan kulit <\/p>\n<p>Jagalah kelembapan kulit menggunakan pelembap yang cocok, bahkan pada musim yang kering.<\/p>\n<p>&#8220;Udara yang kering dapat menyebabkan kekeringan pada kulit. Pilih pelembap yang cocok dengan jenis kulit Anda setiap hari, terutama setelah mandi dan sebelum tidur,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dokter pemenang Indonesia Top Brand Skincare Award Winner 2022 sebagai owner dr Yu skincare ini juga menyarankan agar memilih produk yang tepat.<\/p>\n<p>&#8220;Pertimbangkan untuk menggunakan pelembap yang mengandung bahan-bahan seperti vaseline, asam hialuronat atau ceramide,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>6. Rutin melakukan perawatan kulit<\/p>\n<p>Lakukan perawatan kulit secara rutin. Jangan lupa gunakan tabir surya meski pun saat cuaca berawan terlebih saat terik matahari menyengat. <\/p>\n<p>&#8220;Pertahankan rutinitas perawatan kulit Anda, termasuk penggunaan basic skincare rutin seperti tabir surya atau sunscreen, sabun pencuci wajah dan pelembab,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Konsumsi juga makanan kaya antioksidan, vitamin, dan mineral seperti buah-buahan, sayuran, dan air dalam jumlah cukup. Fungsinya agar kulit juga terus ternutrisi.<\/p>\n<p>Dokter yang menyelesaikan spesialis  Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Universitas Brawijaya Malang ini juga menyarankan agar rajin memperhatikan perubahan kulit karena hal ini menjadi penanda sehat tidaknya kulit Anda. <\/p>\n<p>&#8220;Perhatikan perubahan pada kulit dan segera konsultasikan dengan ahli kulit bila diperlukan,&#8221; tutunya.<\/p>\n<p>Itulah tadi 6 tips menjaga kesehatan kulit saat cuaca tak menentu seperti saat ini. Cobalah menyelaraskan tips ini dengan gaya hidup Anda, dan rasakan perbedaan pada kulit sehat di tengah musim pancaroba. <\/p>\n<p>Ingatlah bahwa setiap kulit memiliki keunikan sendiri, jadi, pilih perawatan yang terbaik untuk Anda!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR, timurindonesia.com &#8211; Musim pancaroba seringkali ditandai dengan cuaca yang berubah-ubah, dari cerah dengan sinar matahari menyengat tiba-tiba mendung atau berawan. Perubahan cuaca ekstrem ternyata dapat mempengaruhi kesehatan kulit bisa&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1655,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1653","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1653","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1653"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1653\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1656,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1653\/revisions\/1656"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1655"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1653"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1653"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1653"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1653"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}