{"id":10447,"date":"2026-10-23T14:34:44","date_gmt":"2026-10-23T06:34:44","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=10447"},"modified":"2026-10-23T14:34:44","modified_gmt":"2026-10-23T06:34:44","slug":"dua-akademisi-sulsel-perkuat-kiprah-insinyur-indonesia-di-jaringan-asean-dari-unhas-hingga-pnup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/dua-akademisi-sulsel-perkuat-kiprah-insinyur-indonesia-di-jaringan-asean-dari-unhas-hingga-pnup\/","title":{"rendered":"Dua Akademisi Sulsel Perkuat Kiprah Insinyur Indonesia di Jaringan ASEAN, dari Unhas hingga PNUP"},"content":{"rendered":"<p>MAKASSAR &#8211; Dua akademisi asal Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Assoc. Prof. Ir. Sirmayanti, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., dosen Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), menunjukkan peran penting akademisi daerah dalam memperkuat ekosistem keinsinyuran nasional dan jaringan profesional di kawasan ASEAN.<\/p>\n<p>Kiprah keduanya merepresentasikan dua kekuatan pendidikan tinggi, yakni universitas berbasis riset dan politeknik berbasis pendidikan vokasi. Keduanya memiliki potensi strategis dalam menghubungkan pengembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta penerapan standar kompetensi insinyur di tingkat regional.<\/p>\n<p>Peran tersebut relevan dengan semangat Conference of the Federation of Engineering Institutions of Asia and the Pacific (CAFEO 44) yang berlangsung di Bandung pada 18\u201323 Oktober 2026. Forum ini menjadi ruang pertemuan para insinyur dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan profesi keinsinyuran.<\/p>\n<p><strong>Jamaluddin Jompa Dorong Internasionalisasi Pendidikan Teknik<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai Rektor Unhas periode 2026\u20132030, Prof. Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof. JJ memiliki perhatian pada penguatan riset dan internasionalisasi pendidikan tinggi. Ia dikenal sebagai akademisi di bidang ekologi dan biologi kelautan serta anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).<\/p>\n<p>Dengan karakter Sulawesi Selatan yang kuat pada sektor maritim, pengembangan riset yang terhubung dengan kebutuhan industri menjadi salah satu peluang strategis bagi perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam konteks keinsinyuran, penguatan kurikulum dan sertifikasi profesi menjadi bagian penting untuk mempersiapkan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin terhubung secara global.<\/p>\n<p>\u201cBagi saya, gelar ASEAN Eng. dan IPU bukan sekadar titel, tapi tanggung jawab untuk memastikan lulusan teknik Unhas mampu bersaing dan tersertifikasi di tingkat regional. Menjelang CAFEO 44 di Bandung, kita di Unhas sedang mendorong internasionalisasi kurikulum vokasi-profesi agar riset maritim kita tidak hanya berhenti di jurnal, tapi berdampak pada industri,\u201d ujar Prof. Jompa, sebagaimana disampaikan dalam keterangan kepada media di Makassar, Kamis (23\/10).<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menghubungkan riset kampus dengan persoalan nyata di lapangan. Dalam bidang maritim, misalnya, hasil penelitian perlu diarahkan untuk mendukung inovasi teknologi, pengelolaan sumber daya, serta kebutuhan industri yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>Dengan demikian, kontribusi perguruan tinggi tidak hanya diukur melalui publikasi ilmiah, tetapi juga melalui manfaat riset bagi masyarakat dan dunia usaha.<\/p>\n<p><strong>Sirmayanti Bawa Keahlian Telekomunikasi ke Jaringan Global<\/strong><\/p>\n<p>Dari jalur pendidikan vokasi, Assoc. Prof. Ir. Sirmayanti menjadi salah satu representasi akademisi perempuan Sulawesi Selatan yang berkiprah dalam bidang teknologi telekomunikasi dan keinsinyuran profesional.<\/p>\n<p>Dosen senior Program Studi Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi, Jurusan Teknik Elektro PNUP, tersebut memiliki keahlian di bidang digital wireless communications, perencanaan jaringan radio 4G\/5G, Open Radio Access Network (Open RAN), serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk infrastruktur telekomunikasi.<\/p>\n<p>Bidang-bidang tersebut semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap jaringan digital yang andal, aman, dan mampu mendukung transformasi industri.<\/p>\n<p>Dalam perjalanan profesionalnya, Sirmayanti meraih sertifikasi APEC Engineer dan ASEAN Engineer serta aktif dalam Badan Kejuruan Teknik Elektro (BKE) Persatuan Insinyur Indonesia (PII).<\/p>\n<p>Kontribusinya pada jejaring regional juga terlihat melalui keterlibatannya dalam Global Outreach Series (GOES 2.0) III di Makassar pada Maret 2026. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan AEI\u2013Electrical Installation Steering Committee (EISC) dan PII, dengan pembahasan mengenai regulasi infrastruktur digital serta pusat data atau data center di Indonesia.<\/p>\n<p>Sirmayanti menilai, pendidikan vokasi memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi sekaligus menjembatani kebutuhan industri dengan standar profesional.<\/p>\n<p>\u201cSebagai dosen vokasi perempuan di bidang telekomunikasi, saya ingin membuktikan bahwa politeknik juga bisa menembus jaringan global. Sertifikasi APEC Engineer dan ASEAN Eng. yang saya raih saya gunakan untuk menjembatani kebutuhan industri 5G, Open RAN, dan AI dengan regulasi. Melalui forum GOES 2.0 III di Makassar kemarin, kita bersama PII dan AEI-EISC berhasil membahas roadmap infrastruktur digital dan data center yang aman dan berstandar,\u201d ungkap Sirmayanti.<\/p>\n<p>Keterlibatan akademisi vokasi dalam jejaring profesional internasional penting karena perkembangan teknologi telekomunikasi membutuhkan tenaga ahli yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan teknologi, memenuhi standar keselamatan, dan menjawab kebutuhan industri.<\/p>\n<p><strong>Sinergi Unhas dan PNUP untuk Masa Depan Keinsinyuran<\/strong><\/p>\n<p>Kesamaan latar keprofesian Jamaluddin Jompa dan Sirmayanti sebagai pemegang gelar Insinyur Profesional Utama (IPU) dan ASEAN Engineer menegaskan pentingnya pengembangan kompetensi yang diakui secara regional.<\/p>\n<p>Pengakuan profesional tersebut membuka peluang bagi insinyur untuk memperluas jejaring dan meningkatkan mobilitas profesi sesuai persyaratan serta ketentuan yang berlaku. Namun, manfaatnya tidak berhenti pada pengakuan gelar, melainkan juga pada tanggung jawab menjaga kompetensi, etika, dan mutu praktik keinsinyuran.<\/p>\n<p>Unhas dan PNUP memiliki karakter berbeda yang justru dapat saling melengkapi. Unhas memiliki kekuatan sebagai universitas riset, sedangkan PNUP berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia terampil melalui pendidikan vokasi yang dekat dengan kebutuhan industri.<\/p>\n<p>Kolaborasi antara keduanya berpotensi memperkuat riset terapan, pengembangan teknologi, peningkatan kualitas pendidikan teknik, hingga penyiapan insinyur yang mampu bersaing di tingkat internasional.<\/p>\n<p>Bagi Sulawesi Selatan, kiprah dua akademisi tersebut juga memperlihatkan bahwa kontribusi dalam pengembangan standar keinsinyuran tidak hanya bertumpu pada perguruan tinggi di Pulau Jawa. Kampus-kampus di kawasan timur Indonesia memiliki kesempatan untuk mengambil peran dalam pembentukan jejaring profesional, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di tingkat ASEAN.<\/p>\n<p><strong>CAFEO 44 Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi Regional<\/strong><\/p>\n<p>CAFEO 44 di Bandung berlangsung selama enam hari, pada 18\u201323 Oktober 2026, dengan rangkaian kegiatan yang mencakup kedatangan delegasi, seminar keinsinyuran, konferensi, pertemuan organisasi, hingga agenda penutup.<\/p>\n<p>Berdasarkan jadwal yang disampaikan, agenda inti berlangsung pada 20\u201322 Oktober 2026. Rangkaian tersebut mencakup upacara pembukaan, laporan negara, kegiatan Women Engineers dan Young Engineers, penganugerahan AER, konferensi keinsinyuran, pameran, serta pertemuan AFEO Governing Board.<\/p>\n<p>Agenda penutup pada 22 Oktober diikuti sejumlah kegiatan lanjutan pada 23 Oktober, termasuk kunjungan ke Sekretariat ASEAN di Jakarta dan kegiatan wisata di Bandung.<\/p>\n<p>Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat pertukaran gagasan dan hubungan profesional antarlembaga keinsinyuran di kawasan Asia Tenggara dan Asia-Pasifik.<\/p>\n<p>Di tengah kebutuhan akan transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, dan peningkatan daya saing industri, keterlibatan akademisi dalam jaringan regional menjadi semakin relevan. Perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan riset yang aplikatif sekaligus menyiapkan insinyur yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi.<\/p>\n<p>Kiprah Jamaluddin Jompa dan Sirmayanti memperlihatkan dua jalur kontribusi yang saling melengkapi: penguatan riset dan pendidikan tinggi serta pengembangan kompetensi vokasi dan teknologi terapan.<\/p>\n<p>Tantangan berikutnya adalah memastikan jejaring dan pengakuan profesional tersebut menghasilkan kolaborasi nyata, mulai dari pengembangan kurikulum, riset bersama, inovasi teknologi, hingga solusi bagi kebutuhan industri dan masyarakat.<\/p>\n<p>Dengan modal akademik dan profesional yang dimiliki, Unhas dan PNUP berpeluang terus memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu simpul pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keinsinyuran di kawasan timur Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR &#8211; Dua akademisi asal Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Assoc. Prof. Ir. Sirmayanti, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., dosen Politeknik&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10448,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4,7],"tags":[4607,4609,4611,4610,2316,4613,4615,4612,4608,4616,4606,4614,3339],"newstopic":[],"class_list":["post-10447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-pendidikan","tag-akademisi-sulawesi-selatan","tag-asean-engineer","tag-cafeo-44-bandung","tag-insinyur-profesional-utama","tag-jamaluddin-jompa","tag-keinsinyuran-asean","tag-open-ran","tag-persatuan-insinyur-indonesia","tag-politeknik-negeri-ujung-pandang","tag-riset-maritim","tag-sirmayanti-pnup","tag-teknologi-5g","tag-universitas-hasanuddin"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10447"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10447\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10449,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10447\/revisions\/10449"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10447"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=10447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}