{"id":10179,"date":"2026-09-17T20:35:12","date_gmt":"2026-09-17T12:35:12","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=10179"},"modified":"2026-09-17T20:35:12","modified_gmt":"2026-09-17T12:35:12","slug":"jalan-aroepala-makassar-gowa-mulai-dibuka-mengapa-belum-semua-lajur-bisa-dilalui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/jalan-aroepala-makassar-gowa-mulai-dibuka-mengapa-belum-semua-lajur-bisa-dilalui\/","title":{"rendered":"Jalan Aroepala Makassar-Gowa Mulai Dibuka, Mengapa Belum Semua Lajur Bisa Dilalui?"},"content":{"rendered":"<h1><\/h1>\n<p><strong>MAKASSAR<\/strong> \u2014 Ruas Jalan Aroepala yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa mulai menunjukkan perubahan setelah proyek peningkatan jalan melalui program <strong>Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel)<\/strong> memasuki tahap pembukaan lajur.<\/p>\n<p>Pantauan di lokasi menunjukkan, <strong>dua lajur Jalan Aroepala menuju Kabupaten Gowa<\/strong> sudah dapat dilalui kendaraan. Kondisi arus lalu lintas pun mulai kembali lancar.<\/p>\n<p>Namun, kondisi berbeda terlihat pada jalur dari arah Kabupaten Gowa menuju Kota Makassar. Saat ini baru <strong>satu lajur yang difungsikan<\/strong>, sementara sebagian lainnya masih ditutup untuk menjaga kualitas konstruksi beton.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, <strong>Andi Ihsan<\/strong>, menjelaskan pembukaan lajur dilakukan secara bertahap karena beton membutuhkan waktu untuk mencapai kekuatan yang sesuai standar.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka,&#8221; jelas Andi Ihsan, Kamis (16\/9).<\/p><\/blockquote>\n<h3>Jalan Aroepala Dibeton Setebal 40 Sentimeter<\/h3>\n<p>Proyek peningkatan Jalan Aroepala mencakup penanganan ruas sepanjang sekitar <strong>1,8 kilometer<\/strong> dan masuk dalam Paket 1 MYC Tahun Anggaran 2025\u20132027.<\/p>\n<p>Konstruksi menggunakan sistem <strong>rigid pavement atau perkerasan beton semen<\/strong> dengan total ketebalan mencapai <strong>40 sentimeter<\/strong>.<\/p>\n<p>Komposisinya terdiri atas:<\/p>\n<ul>\n<li>Beton dasar atau <em>lean concrete<\/em> 10 cm.<\/li>\n<li>Beton utama atau <em>concrete pavement<\/em> 30 cm.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Menurut Andi Ihsan, beton membutuhkan waktu minimal <strong>28 hari<\/strong> untuk mencapai kekuatan standar sesuai perencanaan teknis. Masa pematangan bahkan dapat diperpanjang hingga sekitar 35 hari sebagai faktor keamanan.<\/p>\n<p>Karena itu, kendaraan belum dapat langsung melintas di seluruh lajur yang baru selesai dibeton.<\/p>\n<p>Jika dibuka terlalu cepat, beban kendaraan berpotensi memengaruhi struktur beton yang belum mencapai kekuatan optimal.<\/p>\n<h3>Kenapa Jalan Aroepala Menggunakan Beton?<\/h3>\n<p>Pemilihan konstruksi beton bukan tanpa alasan. Ruas Jalan Aroepala dikenal berada di kawasan yang kerap mengalami genangan ketika hujan.<\/p>\n<p>Sebelumnya, penggunaan aspal di kawasan tersebut telah beberapa kali mendapatkan perbaikan. Namun, kerusakan kembali terjadi sehingga membutuhkan biaya pemeliharaan.<\/p>\n<p>Andi Ihsan mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemprov Sulsel memilih konstruksi beton.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan penggunaan anggaran jangka panjang lebih efisien,&#8221; tegasnya.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Tak Hanya Beton, Drainase dan Trotoar Juga Dikerjakan<\/h3>\n<p>Peningkatan Jalan Aroepala tidak hanya menyasar badan jalan.<\/p>\n<p>Proyek tersebut juga mencakup pembangunan <strong>bahu jalan dan trotoar<\/strong> dengan lebar sekitar 2,5 hingga 3,5 meter.<\/p>\n<p>Sementara itu, sistem drainase dibangun menggunakan saluran berdiameter sekitar <strong>1,2 meter<\/strong>. Pembangunannya disesuaikan dengan elevasi kawasan sehingga aliran air dapat diarahkan menuju kanal utama.<\/p>\n<p>Gubernur Sulsel <strong>Andi Sudirman Sulaiman<\/strong> sebelumnya meminta masyarakat bersabar selama proses pengerjaan berlangsung.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Kami memohon kesabaran masyarakat karena seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap agar kualitasnya tetap terjaga dan hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang,&#8221; ucap Andi Sudirman Sulaiman.<\/p><\/blockquote>\n<p>Dengan konstruksi beton yang masih membutuhkan masa pematangan, <strong>pembukaan seluruh lajur Jalan Aroepala Makassar-Gowa akan dilakukan secara bertahap<\/strong> setelah memenuhi persyaratan kekuatan konstruksi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2014 Ruas Jalan Aroepala yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa mulai menunjukkan perubahan setelah proyek peningkatan jalan melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10180,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[4466,3685,4036,2929,3694,4464,4471,4469,4459,4461,4460,4468,4467,4462,4472,4470,4474,4465,3464,722,4463,4473],"newstopic":[],"class_list":["post-10179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-andi-ihsan","tag-andi-sudirman-sulaiman","tag-berita-gowa","tag-berita-makassar","tag-berita-sulsel","tag-beton-jalan-aroepala","tag-gowa-hari-ini","tag-infrastruktur-sulawesi-selatan","tag-jalan-aroepala","tag-jalan-aroepala-gowa","tag-jalan-aroepala-makassar","tag-jalan-beton-gowa","tag-jalan-beton-makassar","tag-jalan-makassar-gowa","tag-lalu-lintas-makassar-gowa","tag-makassar-hari-ini","tag-multi-years-project-sulsel","tag-pembangunan-jalan-sulsel","tag-pemerintah-provinsi-sulawesi-selatan","tag-pemprov-sulsel","tag-proyek-jalan-aroepala","tag-rigid-pavement"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10179"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10179\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10181,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10179\/revisions\/10181"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10179"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=10179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}