MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus membenahi sistem pengolahan air lindi di TPA Tamangapa. Sebanyak delapan kolam pengolahan ditangani secara bertahap untuk memastikan air lindi dapat diolah dengan baik sebelum hasil akhirnya diuji berdasarkan standar baku mutu lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan pembenahan pengelolaan air lindi menjadi salah satu bagian penting dalam penataan TPA Tamangapa.
Proses pengolahan dilakukan mulai dari kolam pertama hingga kolam terakhir dengan menggunakan treatment biologis berbasis bakteri EcoTru. Treatment tersebut dilakukan secara bertahap dan disertai pemantauan terhadap proses pengolahan.
Selain pembenahan teknis, pengelola TPA juga mendapatkan pelatihan agar proses treatment dapat dilakukan secara teratur dan sesuai dengan sistem pengolahan yang diterapkan.
Treatment air lindi tidak hanya diarahkan untuk mengurangi bau. Proses tersebut juga ditujukan untuk menjernihkan air serta menekan kandungan pencemar yang terdapat di dalamnya.
Meski perubahan kejernihan air dapat terlihat secara kasatmata, kondisi tersebut bukan menjadi satu-satunya indikator keberhasilan pengolahan.
Hasil akhir pengolahan air lindi nantinya akan diuji melalui laboratorium. Pengujian dilakukan untuk memastikan kualitas air hasil pengolahan memenuhi baku mutu lingkungan yang dipersyaratkan.
Helmy mengatakan pembenahan sistem pengolahan air lindi merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar menangani persoalan TPA Tamangapa secara menyeluruh.
Dengan treatment bertahap, pemantauan, pelatihan pengelola, serta pengujian laboratorium, pembenahan diharapkan tidak berhenti pada perubahan secara visual, tetapi benar-benar menghasilkan sistem pengolahan air lindi yang lebih terkendali dan aman bagi lingkungan.










