MAKASSAR_Tanah Luwu merupakan bagian bumi ciptaan Tuhan yang dianugerahkan sumber daya alam yang sangat kaya. Abad ke-4 berdirilah sebuah kerajaan Luwu yang didirikan oleh Datu Luwu. Setelah mengalami perjalanan sejarah selama berabad-abad mulai dari zaman Majapahit, masa kolonial Belanda,hingga tanah Luwu menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tanah Luwu wilayah yang subur bahkan di balik tanahnya terdapat “harta Karun” yang tersembunyi.Harta Itulah yang di sebut dengan bijih nikel. Sekitar tahun 1920-an ekplorasi bijih nikel di mulai .
Hingga saat ini ekplorasi bijih nikel di tanah Luwu di lakukan oleh PT Vale perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia, yang punya pengaruh besar pada ekonomi, lingkungan, dan masyarakat di Tanah Luwu, khususnya Luwu Timur.
Lantas seperti apa eksistensi PT Vale mewujudkan pertambangan yang berkelanjutan, inovasi untuk hilirisasi dan dekarbonisasi di mata tokoh masyarakat putra kerajaan Luwu. YM Ryan Latief La Kaseng, bagaimana Bapak melihat PT Vale dalam menjaga keseimbangan lingkungan ?
“Sejauh ini saya melihat dari kegiatan yang di laksanakan, PT Vale bekerja sama dengan pemerintah daerah Luwu Timur untuk memastikan bahwa kegiatan perusahaan selaras dengan arah pembangunan nasional dan kebutuhan masyarakat lokal,” Ujarnya.
”PT Vale juga melakukan program pemberdayaan masyarakat melalui Pengembangan Kawasan Pedesaan Mandiri (PKPM) yang fokus pada pengembangan potensi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” Ungkap Ryan
Pak Ryan sebagai putra Luwu mungkin melihat PT Vale sebagai perusahaan tambang yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah Luwu Timur, Bagaimana tanggapannya ?
” PT Vale melakukan reklamasi lahan bekas tambang untuk mengembalikan fungsi lingkungan dan meningkatkan keanekaragaman hayati, menggunakan energi terbarukan berbasis air untuk mengurangi dampak lingkungan. Memiliki sistem pengelolaan limbah yang efektif untuk mengurangi dampak lingkungan.
Sebagai Tokoh yang kerab berkomunikasi dengan PT Vale, YM Ryan Latief La Kaseng sering mendapatkan informasi terupdate tentang perkembangan perusahaan. Nah kurang lebih 56 tahun PT Vale beroperasi, bgm anda melihat inovasi untuk hilirisasi?
”Menurut saya PT Vale telah menunjukkan komitmen kuat terhadap inovasi untuk hilirisasi nikel, terutama dalam mendukung visi pemerintah Indonesia untuk mengembangkan ekonomi hijau dan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin untuk membangun pusat inovasi yang berfungsi sebagai knowledge and innovation hub. Pusat ini akan memfasilitasi pelatihan vokasi, beasiswa riset kolaboratif, dan pengembangan peta jalan hilirisasi berkelanjutan.Selain itu inovasi PT Vale dapat mendukung visi pemerintah Indonesia untuk mengembangkan ekonomi hijau dan mengurangi emisi karbon,” Ujar Ryan Latief.
Ryan Latief sebagai putra daerah , dimana orang tuanya bekerja di PT Vale pensiunan PT Vale sejak tahun 1966.
”Orang tua kandung dan bapak mertua saya adalah pensiunan PT Vale saya tumbuh besar dari keringat buruh PT Inco. Ryan Latief pernah menjadi mitra kerja PT Vale sebagai kontraktor lokal untuk menangani maintenance pabrik PT Inco sejak tahun 2003 sampai 2019.
”Dari pengalaman saya berkunjung di beberapa tambang termasuk perusahaan tambang smelter nikel di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara belum ada duanya PT Vale dalam hal penanggulangan masalah lingkungan hidup dan respon sosial terhadap masyarakat lingkar tambang,” ujar Ryan Latief.
Bagaimana Pak Ryan melihat pertumbuhan ekonomi di Luwu dengan hadirnya PT Vale?
”Sektor penambangan menjadi penyumbang PAD tertinggi di Luwu Timur dengan nilai Rp2,7 triliun pada tahun 2022, Pendapatan per kapita rata-rata masyarakat Luwu Timur meningkat dari Rp78,58 juta menjadi Rp92,98 juta pada tahun 2022, dengan penurunan tingkat kemiskinan dari 6,94% menjadi 6,81%. PT Vale mendukung lebih dari 250 UMKM binaan dan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp50 miliar untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat pada tahun 2024.Kehadiran PT Vale di Luwu Timur telah membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat,” Ujar Ryan Latief.
Diakhir Wawancara YM Ryan Latief La Kaseng mengatakan PT Vale adalah denyut jantung PAD provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Luwu Timur.
” Oleh sebab itu kita harus menjaga keberadaan PT Vale agar tetap pada fungsi keberadaannya karena bagi PT Vale, no safety no production artinya bagi PT Vale Safety First ,keselamatan adalah hal yang paling utama dari pada cuan, lebih baik menghentikan produksi jika ditemukan potensi kecelakaan kerja dan perusakan lingkungan,” Tutup Ryan Latief La Kaseng cucu dari Datu Luwu Ke-25 Lakaseng dan Raja Sinjai Tellupoccoe.(Ra)










