{"id":7119,"date":"2025-11-14T14:17:33","date_gmt":"2025-11-14T06:17:33","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=7119"},"modified":"2025-11-14T14:19:02","modified_gmt":"2025-11-14T06:19:02","slug":"pemprov-sulsel-turunkan-stunting-hingga-233-diganjar-insentif-rp-69-m-dari-pemerintah-pusat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/pemprov-sulsel-turunkan-stunting-hingga-233-diganjar-insentif-rp-69-m-dari-pemerintah-pusat\/","title":{"rendered":"Pemprov Sulsel Turunkan Stunting hingga 23,3%, Diganjar Insentif Rp 6,9 M dari Pemerintah Pusat"},"content":{"rendered":"<p>MAKASSAR _Kabar membanggakan datang dari Sulawesi Selatan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sukses menurunkan angka stunting hingga berada di level 23,3%, membuat daerah ini meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sekaligus insentif sebesar Rp 6.965.997.000 dari pemerintah pusat.<\/p>\n<p>Penghargaan tersebut diberikan dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting 2025 yang digelar di Auditorium Jala Leimena, Gedung Adhyatma Kemenkes, Rabu (12\/11\/2025). Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.<\/p>\n<p>Sulsel dinobatkan sebagai satu dari tiga provinsi terbaik dalam percepatan penurunan stunting nasional. Penghargaan diserahkan oleh Menko PMK Pratikno kepada Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi.<\/p>\n<p>Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Iqbal Najamuddin, menegaskan bahwa prestasi ini bukan kerja satu pihak, tetapi hasil kolaborasi dari seluruh elemen.<\/p>\n<p>\u201cPenghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor di Sulsel berjalan efektif,\u201d ujarnya<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, pemerintah pusat memberikan alokasi insentif fiskal 2025 bagi daerah yang berhasil menekan stunting. Sulsel meraih Rp 6,96 miliar setelah dianggap menunjukkan penurunan signifikan sepanjang 2023\u20132024.<\/p>\n<p>Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Sulsel turun 4,1%, dari 27,4% (2023) menjadi 23,3% (2024). Capaian ini menempatkan Sulsel sebagai daerah dengan penurunan tertinggi kedua secara nasional setelah Jawa Barat.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga diganjar penghargaan sebagai Kepala Daerah Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) tingkat provinsi.<\/p>\n<p>Asisten I Pemprov Sulsel, Ishaq Iskandar, menekankan bahwa raihan ini menjadi penguat semangat untuk terus bergerak.<\/p>\n<p>\u201cPenurunan stunting adalah prioritas nasional. Target kami sejalan dengan RPJMN 2025\u20132029, yaitu turun menjadi 14,2% pada 2029 dan 5% pada 2045,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kepala BKKBN RI Wihaji turut mengapresiasi kinerja Sulsel yang dinilai konsisten menjalankan program Bangga Kencana dan berbagai Quick Wins.<\/p>\n<p>&gt; \u201cSulawesi Selatan menunjukkan penurunan stunting yang nyata. Keberhasilan ini mencerminkan kepemimpinan yang konsisten,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Program-program inovatif seperti GENTING, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), dan GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) menjadi bukti nyata kebijakan daerah yang selaras dengan strategi nasional.<\/p>\n<p>Dengan prestasi monumental ini, Pemprov Sulsel kian optimistis mencapai target penurunan stunting nasional di bawah 14% pada 2025. Melalui penguatan edukasi gizi, perbaikan sanitasi, dan pendekatan berbasis keluarga, pemerintah daerah terus bergerak mewujudkan generasi Sulsel yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR _Kabar membanggakan datang dari Sulawesi Selatan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel sukses menurunkan angka stunting hingga berada di level 23,3%, membuat daerah ini meraih penghargaan bergengsi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7120,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2101],"tags":[3496],"newstopic":[],"class_list":["post-7119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","tag-kemendukbangga-sulsel-stunting-bkkbm"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7119"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7121,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7119\/revisions\/7121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7120"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7119"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}