{"id":1473,"date":"2023-10-10T08:06:36","date_gmt":"2023-10-10T08:06:36","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=1473"},"modified":"2023-10-10T08:06:36","modified_gmt":"2023-10-10T08:06:36","slug":"ramah-disabilitas-kota-makassar-jadi-tuan-rumah-ahlf-on-disability","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/ramah-disabilitas-kota-makassar-jadi-tuan-rumah-ahlf-on-disability\/","title":{"rendered":"Ramah Disabilitas, Kota Makassar Jadi Tuan Rumah AHLF on Disability"},"content":{"rendered":"<p><strong>MAKASSAR, timurindonesia.com<\/strong> &#8211; Makassar sebagai kota inklusif dianggap sebagai kota yang ramah disabilitas. Hal itu disampaikan Penasihat Khusus Hak-hak Disabilitas Internasional Pemerintah Amerika Serikat, Sara Minkara. <\/p>\n<p>Sara bahkan memuji kepemimpinan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto karena begitu concern terhadap kota yang inklusif bagi siapa saja, begitu pula bagi disabilitas. <\/p>\n<p>Alasan itupun menjadi salah satu faktor dimana Makassar terpilih menjadi tuan rumah ASEAN High Level Forum (AHLF) on Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025 yang digelar 10 sampai 12 Oktober 2023. <\/p>\n<p>Salah satu forum tingkat tinggi tentang Penyandang Disabilitas ini akan dihadiri 200 peserta dari perwakilan Badan Sektor ASEAN, organisasi terafiliasi asean, organisasi penyandang disabilitas, mitra wicara ASEAN, dan akademisi. <\/p>\n<p>Sara Minkara yang datang bersama dengan tim dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya mengungkapkan Makassar sangat menarik baginya.<\/p>\n<p>&#8220;Orang-orang Makassar begitu menerima kami, orang-orangnya ramah. Sangat senang ngobrol dengan warga Makassar,&#8221; ucap Sara usai bertemu dengan Wali Kota Makassar di Masjid Amirul Mukminin, Senin, (9\/10\/2023), sore tadi.<\/p>\n<p>Sara juga mengaku belajar banyak pasca-berdiskusi dengan Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto.<\/p>\n<p>&#8220;Saya belajar dari Wali Kota Makassar dan bersyukur dengan kepemimpinannya karena fokus terhadap disabilitas. Setelah ini kebijakan di Makassar bisa menjadi contoh untuk kota-kota lain di Indonesia,&#8221; akunya.<\/p>\n<p>Danny Pomanto menuturkan, ditunjuknya Makassar oleh Kemensos sebagai tuan rumah itu, sebenarnya belum begitu diketahui alasannya secara pasti. Namun dia menduga karena Makassar memiliki Rencana Aksi Daerah (RAD) terkait disabilitas.<\/p>\n<p>&#8220;Ini suatu kehormatan bagi kita,&#8221; ungkapnya. Sehingga RAD menjadi tolak ukur gerakan Pemkot Makassar untuk memberi ruang sebesar-besarnya bagi komunitas disabilitas.<\/p>\n<p>Ditambah lagi, pada 19 Oktober mendatang Makassar juga akan melakukan kerjasama dengan komisi disabilitas. Menariknya kerjasama yang digagas justru diusul oleh komisi Disabilitas sendiri.<\/p>\n<p>Olehnya ini menunjukkan penilaian dari luar yang sangat baik, dan Makassar telah menunjukkan komitmennya menjadi kota ramah disabilitas.<\/p>\n<p>&#8220;Ini diinisiasi oleh komunitas disabilitas, betul-betul mereka aktif, kita tidak pernah intervensi. Ini jadi tolak ukur gerakan kita bagi teman disabilitas, visi misi kami ramah (disabilitas),&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Itu semua, tambah Danny, Karena visi-misinya mempercepatnya Kota Dunia Sombere dan Smart City yang berarti ramah, smart dengan imunitas kuat untuk semua. &#8220;Misi kami selalu ada untuk semua dan inklusif,&#8221; ucapnya. (aniek)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR, timurindonesia.com &#8211; Makassar sebagai kota inklusif dianggap sebagai kota yang ramah disabilitas. Hal itu disampaikan Penasihat Khusus Hak-hak Disabilitas Internasional Pemerintah Amerika Serikat, Sara Minkara. Sara bahkan memuji kepemimpinan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1474,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[811,706,812,813,449],"newstopic":[],"class_list":["post-1473","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-ahlf","tag-danny-pomanto","tag-disabilitas","tag-kota-inklusif","tag-pemkot-makassar"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1473","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1473"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1473\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1475,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1473\/revisions\/1475"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1473"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1473"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1473"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1473"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}