Jelajah Sampah 2026 di Kecamatan Makassar Kumpulkan 81,68 Kg Sampah, DLH Dorong Budaya Pilah Sampah dari Rumah

  • Bagikan

MAKASSAR – Kegiatan Jelajah Sampah 2026 yang digelar di Kecamatan Makassar kembali menjadi sarana edukasi dan aksi nyata dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Dalam kegiatan tersebut, berhasil dikumpulkan sebanyak 81,68 kilogram sampah yang terdiri dari 3,90 kilogram sampah organik, 31,84 kilogram sampah anorganik, dan 42,94 kilogram sampah residu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan kegiatan Jelajah Sampah tidak hanya berfokus pada aksi bersih lingkungan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

“Melalui Jelajah Sampah 2026 di Kecamatan Makassar, masyarakat diajak memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya. Mulai dari aksi plogging, edukasi hingga praktik eco enzyme, maggot, kompos, dan biopori, seluruh rangkaian kegiatan menjadi bekal untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Helmy.

Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Karena itu, berbagai program edukasi terus dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami persoalan sampah, tetapi juga mampu mengambil peran dalam penyelesaiannya.

Dalam kegiatan Jelajah Sampah, peserta diajak untuk melihat secara langsung persoalan sampah yang ada di lingkungan sekitar, merasakan dampaknya terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, kemudian bergerak bersama melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Selain melakukan aksi plogging, peserta juga mendapatkan edukasi dan praktik pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing. Materi yang diberikan meliputi pemilahan sampah, pembuatan eco enzyme, budidaya maggot, pengolahan kompos, hingga pembuatan biopori sebagai solusi sederhana dalam mengurangi timbulan sampah rumah tangga.

Helmy menegaskan bahwa edukasi harus diikuti dengan aksi nyata agar perubahan perilaku dapat terbentuk menjadi kebiasaan yang berkelanjutan.

“Belajar, bergerak, lalu menjadi kebiasaan. Itulah semangat yang terus kami bangun melalui Jelajah Sampah. Karena perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama,” katanya.

Melalui program Jelajah Sampah, DLH Kota Makassar terus menggandeng pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, komunitas, serta masyarakat untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029, dengan mendorong semakin banyak warga yang terlibat aktif dalam pemilahan, pengolahan, dan pengurangan sampah di lingkungan masing-masing.

“Mari ki’ terus mulai dari rumah. Karena Makassar yang bersih dan bebas sampah hanya bisa terwujud jika seluruh masyarakat bergerak bersama dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” tutup Helmy.(rpi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *