{"id":9482,"date":"2026-08-05T20:34:11","date_gmt":"2026-08-05T12:34:11","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=9482"},"modified":"2026-08-05T20:34:11","modified_gmt":"2026-08-05T12:34:11","slug":"menteri-lingkungan-hidup-apresiasi-pembenahan-tpa-tamangapa-sebut-makassar-layak-jadi-contoh-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/menteri-lingkungan-hidup-apresiasi-pembenahan-tpa-tamangapa-sebut-makassar-layak-jadi-contoh-nasional\/","title":{"rendered":"Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Pembenahan TPA Tamangapa, Sebut Makassar Layak Jadi Contoh Nasional"},"content":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2013 Upaya Pemerintah Kota Makassar dalam membenahi sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat. Menurutnya, pembenahan yang dilakukan telah menunjukkan kemajuan signifikan dan layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam tanggapannya, Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa permintaan Kementerian Lingkungan Hidup kepada Pemerintah Kota Makassar terkait perbaikan pengelolaan sampah telah dijalankan dengan baik dan progresnya telah mencapai lebih dari 90 persen.<\/p>\n<p>&#8220;Permintaan kita dari Kementerian Lingkungan Hidup kepada Pemerintah Kota Makassar sudah dilakukan dengan baik, kira-kira sudah mencapai lebih dari 90 persen. Harapan yang kita inginkan sekarang tinggal sedikit lagi,&#8221; ujar Jumhur Hidayat.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, salah satu pembenahan yang telah dilakukan adalah penerapan sistem blocking untuk mencegah air hujan bercampur dengan air lindi. Selain itu, timbunan sampah telah ditutup menggunakan tanah dan dilapisi membran bioplastik sehingga mampu mengurangi bau yang selama ini dikeluhkan masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Sekarang sudah dilakukan semacam blocking, sehingga kalau hujan air lindinya tidak masuk. Sampah juga ditutup menggunakan tanah dan membran bioplastik. Masyarakat tidak lagi mencium bau yang tidak enak seperti sebelumnya. Ini merupakan contoh yang baik bagi kota-kota lain. Kalau punya niat, ternyata bisa dilakukan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Jumhur juga mengapresiasi pemanfaatan gas metana yang dihasilkan dari TPA Tamangapa. Menurutnya, gas tersebut kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar secara gratis, sehingga memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai tambah bagi warga.<\/p>\n<p>Apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup tersebut menjadi pengakuan atas keseriusan Pemerintah Kota Makassar dalam menjalankan kebijakan nasional untuk menghentikan praktik open dumping dan mentransformasikan TPA Tamangapa menuju sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembenahan infrastruktur di TPA, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.<\/p>\n<p>Melalui kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik, hanya sampah residu yang akan dibawa ke TPA. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban tempat pemrosesan akhir sekaligus mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Pemerintah Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan pengelolaan sampah yang lebih baik. Mengelola sampah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab bersama demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2013 Upaya Pemerintah Kota Makassar dalam membenahi sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa mendapat apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat. Menurutnya, pembenahan yang dilakukan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":9483,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[3945],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-9482","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dinas-lingkungan-hidup-makassar"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9482","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9482"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9482\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9484,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9482\/revisions\/9484"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9482"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=9482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}