{"id":7057,"date":"2025-11-08T20:10:17","date_gmt":"2025-11-08T12:10:17","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=7057"},"modified":"2025-11-08T20:10:17","modified_gmt":"2025-11-08T12:10:17","slug":"survey-indikator-politik-indonesia-kinerja-mentan-amran-tertinggi-849","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/survey-indikator-politik-indonesia-kinerja-mentan-amran-tertinggi-849\/","title":{"rendered":"Survey Indikator politik Indonesia : Kinerja Mentan Amran tertinggi 84,9%."},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA\u2014 Indikator Politik Indonesia yang dipimpin oleh Prof. Burhanuddin Muhtadi mempublikasikan hasil survei atas tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah pejabat tinggi negara setelah satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto\u2013Gibran Rakabuming Raka.<\/p>\n<p>Dalam evaluasi tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencatat tingkat kepuasan publik tertinggi, yakni sebesar 84,9 persen.<br \/>\nSelain Mentan Amran Sulaiman, survei tersebut juga mengungkap tingkat kepuasan publik terhadap pejabat lainnya yang mengetahui nama menterinya. Urutan tingkat kepuasan tersebut adalah sebagai berikut:<br \/>\n1. Andi Amran Sulaiman \u2013 Menteri Pertanian (84,9%)<br \/>\n2. Teddy Indra Wijaya \u2013 Sekretaris Kabinet (84,5%)<br \/>\n3. Purbaya Yudhi Sadewa \u2013 Menteri Keuangan (84,1%)<br \/>\n4. Nasaruddin Umar \u2013 Menteri Agama (83,4%)<br \/>\n5. Prasetyo Hadi \u2013 Menteri Sekretariat Negara (82,9%)<br \/>\n6. Agus Harimurti Yudhoyono \u2013 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kawasan (82,3%)<br \/>\n7. Tengku H. Najat Subijanto \u2013 Kepala Badan\/Pimpinan terkait pembangunan nasional (82,2%)<br \/>\n8. Hanif Faisal Nurofiq \u2013 Menteri Lingkungan Hidup\/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (81,1%)<br \/>\n9. Brian Yuliarito \u2013 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (80,4%)<br \/>\n10. Abdul Mu\u2019ti \u2013 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (79,2%)<\/p>\n<p>\u201cYang menarik, Pak Amran Sulaiman justru mencatat tingkat kepuasan paling tinggi di antara pejabat tinggi negara\u201d ujar Prof. Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei tersebut di Jakarta (11\/8\/2025).<\/p>\n<p>Burhanuddin menjelaskan, tingginya kepuasan terhadap Mentan Amran didominasi oleh kalangan petani yang merasakan langsung kebijakan dan kepemimpinan Menteri Pertanian dalam mendukung sektor pertanian nasional.<\/p>\n<p>\u201cDi antara yang mengenal Pak Amran, umumnya tingkat kepuasannya sangat tinggi. Kebanyakan dari mereka adalah petani yang merasa diayomi dan dilayani dengan baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Burhanuddin menegaskan bahwa hasil ini menjadi bukti bahwa popularitas tidak selalu berbanding lurus dengan kepuasan publik terhadap kinerja pejabat.<\/p>\n<p>\u201cAda pejabat yang mungkin tidak sering tampil di media, tetapi kerja-kerjanya dirasakan langsung oleh masyarakat yang menjadi basis penerima manfaat,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Survei evaluasi setahun pemerintahan Prabowo\u2013Gibran ini dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia dengan melibatkan ribuan responden dari berbagai latar belakang sosial ekonomi di seluruh Indonesia. Penilaian mencakup berbagai aspek kinerja pejabat tinggi negara, mulai dari efektivitas kebijakan hingga dampaknya terhadap kelompok masyarakat penerima manfaat.<\/p>\n<p>Temuan mengenai tingginya kepuasan terhadap Mentan Amran Sulaiman menunjukkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu fokus utama pemerintahan saat ini.<\/p>\n<p>Dengan capaian tersebut, Kementerian Pertanian dinilai berhasil menjaga kepercayaan publik, terutama dari kalangan petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA\u2014 Indikator Politik Indonesia yang dipimpin oleh Prof. Burhanuddin Muhtadi mempublikasikan hasil survei atas tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah pejabat tinggi negara setelah satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto\u2013Gibran Rakabuming Raka&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7058,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[16,4],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-news"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7059,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7057\/revisions\/7059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7057"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}