MAKASSAR – Tragedi kebakaran Gedung DPRD Kota Makassar pada 29 Agustus 2025 lalu membuka babak baru. Bangunan lama yang berdiri sejak 1986 dipastikan tidak akan diselamatkan. Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, Dewi Chomistriana, menegaskan gedung tersebut harus direkonstruksi total dan diratakan sebelum dibangun ulang.
“Bangunan lama masuk kategori kerusakan berat. Dari sisi struktur mungkin ada yang bisa dipertahankan, tetapi dari sisi non-struktur sudah tidak layak. Kami rekomendasikan rekonstruksi penuh,” tegas Dewi saat meninjau lokasi di Jalan AP Pettarani, Selasa (16/9/2025).
Pernyataan itu menutup spekulasi publik: gedung yang berusia lebih dari 40 tahun tidak akan dipoles lagi, melainkan diganti dengan konstruksi baru sesuai standar keamanan terkini, mulai dari ketahanan gempa, jalur evakuasi, hingga sistem pengamanan kebakaran.
Namun, kepastian rekonstruksi juga berarti biaya membengkak. Estimasi awal rehabilitasi seluruh bangunan hanya Rp50–55 miliar. Kini, Pemerintah Kota Makassar mengajukan proposal Rp375 miliar untuk menghadirkan gedung baru setinggi 10 lantai.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan momentum ini bukan sekadar mengganti bangunan lama, tetapi menghadirkan kantor rakyat yang lebih modern dan aman. “Kami ingin pastikan gedung baru ini bukan hanya simbol, tetapi juga menjamin rasa aman dan nyaman bagi semua yang beraktivitas di dalamnya,” tegas Munafri.
Meski demikian, publik menunggu bagaimana skema pembiayaan akan dirumuskan. Pasalnya, di tengah sorotan efisiensi anggaran, lonjakan kebutuhan dari puluhan miliar menjadi ratusan miliar jelas menuntut transparansi.
Sementara itu, bangunan tambahan DPRD yang dibangun tahun 2024 dinyatakan hanya terdampak ringan. Dirjen Dewi menargetkan rehabilitasi selesai Desember 2025 agar awal 2026 sudah bisa difungsikan kembali.
Dengan begitu, satu sisi gedung DPRD siap digunakan, sementara sisi lain akan menunggu rekonstruksi besar-besaran. Nasib “rumah rakyat” ini kini berada di persimpangan antara kebutuhan nyata dan hitungan anggaran yang fantastis.










