Tragis, Sopir Travel Asal Toraja Ditembak KKB Setelah Dipaksa Teriakkan “Papua Merdeka”

  • Bagikan
Screenshot

WAMENA— Tak ada yang menyangka perjalanan yang semula menjadi rutinitas mencari nafkah itu akan berakhir dengan kabar duka.

Seorang sopir travel asal Toraja, Aris Sanda yang setiap hari mengantar penumpang melintasi jalur pegunungan Papua, berangkat seperti biasa dengan harapan dapat kembali berkumpul bersama keluarga di rumah.

Namun takdir berkata lain. Di tengah perjalanan, ia menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sebelum peluru merenggut nyawanya, korban disebut sempat dipaksa meneriakkan kalimat “Papua Merdeka”, sebuah peristiwa yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya.

Video yang memperlihatkan Aris, dipaksa mengeluatkan kalimat Papua Merdeka pun tersebar di sejumlah media sosial.

Dalam Video tersebut, terlihat Aris mengenakan jaket warna hitam dan celana pendek coklat

Aris berdiri di tengah dikiri kanannya berdiri anggota KKB memegang senjata.

Dengan lantang, ia bekata “Saya berharap pemerintah Indonesia, Papua harus merdeka. Kami sudah lama disini, jadi kami menganggap bahwa Papua bisa merdeka,”katanya sambil mengangkat tangannya.

Setelah memgucapkan kalimat itu, Aris yang sudah 23 tahun berada di Wemena Papua, bekerja sebagai sopir travel, ditemukan meninggal dan kendaraannya di bakar, Selasa (15/09/2026).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *