{"id":7347,"date":"2025-12-07T19:12:43","date_gmt":"2025-12-07T11:12:43","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=7347"},"modified":"2025-12-07T19:12:43","modified_gmt":"2025-12-07T11:12:43","slug":"umi-kirim-dokter-ahli-ke-aceh-tamiang-gunakan-drone-thermal-untuk-deteksi-korban-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/umi-kirim-dokter-ahli-ke-aceh-tamiang-gunakan-drone-thermal-untuk-deteksi-korban-bencana\/","title":{"rendered":"UMI Kirim Dokter Ahli ke Aceh Tamiang, Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Korban Bencana"},"content":{"rendered":"<p>MAKASSAR_ Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan. Melalui Fakultas Kedokteran, UMI telah\u00a0 mengirim tim dokter ahli ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh,sekaligus menerjunkan teknologi drone thermal untuk membantu pencarian korban meninggal yang masih tertimbun pasca banjir bandang.<\/p>\n<p>\u200eHal tersebut terungkap dalam konferensi pers, Pimpinan Universitas Muslim Indonesia, di Menara UMI lantai 1, Minggu (7\/12\/2025).<\/p>\n<p>\u200eKtiaKetua Pembina Yayasan Wakaf\u00a0 UMI, Prof. Mansyur Ramli, menegaskan bahwa bencana yang terjadi di sejumlah daerah Aceh dan Sumatera harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata.<\/p>\n<p>\u200e&#8221;Tim dari Fakultas Kedokteran sudah\u00a0 diberangkatkan. Ke depan, tim UMI harus lebih komprehensif lagi dalam memberikan bantuan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u200eProf. Mansyur juga menambahkan bahwa UMI sedang melakukan riset terkait penyebab bencana.<\/p>\n<p>\u200e\u201cBencana terjadi karena kerusakan keseimbangan alam yang diciptakan Allah SWT. Ke depan harus ada lebih banyak riset, sejalan dengan gagasan hilirisasi Menteri Pertahanan Prabowo dalam mengurangi kerusakan lingkungan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u200eUMI Salurkan Donasi, Siap Bantuan Moril dan Materil<\/p>\n<p>\u200eKetua Pengurus Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (YW-UMI), Prof. Masrurah Muchtar, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh pergerakan cepat Fakultas Kedokteran di Aceh Tamiang.<\/p>\n<p>\u200e\u201cKita harus melihat apa yang paling dibutuhkan masyarakat di sana. Rektor dan yayasan telah memberikan bantuan spontan sebesar Rp60 juta, saat ada permintaan dukungan dari ICMI,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u200eSumbangan ini berasal dari Dana Amaliah Pimpinan Universitas. Prof. Masrurah menegaskan UMI selalu siap memberikan bantuan moril dan materil bagi masyarakat yang tertimpa musibah.<\/p>\n<p>\u200eRektor UMI: Kepedulian Tidak Mengenal Jarak<\/p>\n<p>\u200eRektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan duka mendalam dan komitmen UMI dalam berbagai bentuk partisipasi.<\/p>\n<p>\u200e\u201cSemoga langkah ini menjadi motivasi bagi masyarakat dan perguruan tinggi lain. Kepedulian tidak mengenal jarak. Yang terpenting adalah meringankan beban saudara-saudara kita,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u200eDrone Thermal Bantu Deteksi Korban<\/p>\n<p>\u200eWakil Rektor II, Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara H Wata, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menjelaskan bahwa UMI mengerahkan drone dengan kemampuan deteksi panas (thermal detection) untuk menemukan korban meninggal yang belum ditemukan.<\/p>\n<p>\u200e\u201cDrone ini memetakan titik panas tubuh manusia sehingga memudahkan tim di lapangan. Teknologi sangat membantu di medan berat seperti Aceh Tamiang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u200eLaporan Tim Medis di Aceh Tamiang<\/p>\n<p>\u200eWakil Dekan III Fakultas Kedokteran, dr. Irna Diyana Kartika K, M.Kes., Sp.PK., Ph.D, melaporkan bahwa tim dokter yang berada di Aceh Tamiang menghadapi kondisi medis darurat.<\/p>\n<p>\u200e\u201cBanyak pasien mengalami luka terbuka yang membutuhkan jahitan, gatal-gatal, dan diare. Rumah sakit setempat tidak mampu menampung semua korban,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u200eUMI juga menyalurkan 250 kg bantuan berupa makanan bayi dan popok melalui kepala dusun setempat.<\/p>\n<p>\u200e\u201cBanyak korban kehilangan orang tua. Di lokasi, kebutuhan psikiater sangat mendesak. dan kami terus berkoordinasi agar bantuan lebih efektif,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>\u200eRencanya tim fakultas kedokteran Universitas Muslim Indonesia akan kembali memberatkan tim dokter Kamis\u00a0 pekan depan ke wilayah Sumatera.<\/p>\n<p>\u200eUpdate Kondisi dari Sumatera<\/p>\n<p>\u200eDalam kesempatan ini juga komunikasi via sambungan video call menjelaskan kepada para pimpinan UMI, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri , S.Pd, MH., menyampaikan kondisi terakhir pasca 11 hari bencana: 54 orang meninggal dunia dan Korban meninggal masih berpotensi bertambah, Sementara 4.500 orang mengungsi serta kondisi cuaca masih hujan dan terjadi banjir susulan.<\/p>\n<p>\u200e\u201cTim medis masih sangat dibutuhkan karena rumah sakit tidak bisa menampung seluruh korban,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u200eUMI: Siap Terus Hadir untuk Negeri<\/p>\n<p>\u200eUMI menegaskan akan menunggu evaluasi dari tim medis di lapangan agar bantuan berikutnya tepat sasaran.<\/p>\n<p>\u200e\u201cKami mewakili pimpinan berharap UMI bisa terus membantu, baik secara fisik maupun nonfisik,\u201d ujar Prof. Zakir.<\/p>\n<p>\u200eDengan kolaborasi lembaga, teknologi drone, dan kesigapan tenaga medis, UMI berkomitmen hadir bagi masyarakat Aceh Tamiang serta daerah lain yang membutuhkan.<\/p>\n<p>\u200e<\/p>\n<p>\u200e<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR_ Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan. Melalui Fakultas Kedokteran, UMI telah\u00a0 mengirim tim dokter ahli ke wilayah terdampak bencana di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh,sekaligus menerjunkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":7348,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2101,4],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-7347","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-health","category-news"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7347","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7347"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7349,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7347\/revisions\/7349"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7347"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=7347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}