{"id":5404,"date":"2025-08-01T19:01:41","date_gmt":"2025-08-01T11:01:41","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=5404"},"modified":"2025-08-01T19:01:41","modified_gmt":"2025-08-01T11:01:41","slug":"mahasiswa-unismuh-makassar-inovasi-pembelajaran-fisika-lewat-tradisi-bugis-maccera-arajang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/mahasiswa-unismuh-makassar-inovasi-pembelajaran-fisika-lewat-tradisi-bugis-maccera-arajang\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Unismuh Makassar Inovasi Pembelajaran Fisika lewat Tradisi Bugis Maccera Arajang"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"297\" data-end=\"595\"><i>MAKASSAR<\/i>\u2014 Tradisi budaya tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga bisa menjadi media pembelajaran yang inspiratif. Inilah yang dilakukan tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) lewat Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2025.<\/p>\n<p data-start=\"597\" data-end=\"904\">Dengan mengusung judul <em data-start=\"620\" data-end=\"731\">\u201cMaccera Arajang: Eksplorasi Etnofisika Budaya sebagai Media Pengembangan Critical Thinking Berbasis Digital\u201d<\/em>, tim PKM-RSH Unismuh memadukan warisan budaya Bugis dengan pendekatan sains, khususnya fisika, dalam upaya menciptakan metode belajar kontekstual yang relevan dengan zaman.<\/p>\n<p data-start=\"962\" data-end=\"1228\">Maccera Arajang merupakan ritual adat penyucian benda pusaka kerajaan Bugis yang masih dijalankan hingga kini. Di balik prosesi spiritual ini, tersimpan banyak fenomena ilmiah yang bisa dipelajari, seperti prinsip keseimbangan, gaya gesek, tekanan, hingga gravitasi.<\/p>\n<p data-start=\"1230\" data-end=\"1465\">\u201cFenomena-fenomena fisika sebenarnya ada di sekitar kita, termasuk dalam tradisi yang sering kita lihat. Kita hanya perlu jeli mengobservasi dan mengaitkannya dengan konsep ilmiah,\u201d ungkap ketua tim PKM-RSH Unismuh dalam keterangannya.<\/p>\n<p data-start=\"1545\" data-end=\"1843\">Lewat program ini, mahasiswa Unismuh tidak hanya melakukan riset mendalam, tetapi juga mengembangkan media pembelajaran digital berupa video interaktif, infografis, hingga modul fisika berbasis etnosains. Tujuannya, agar siswa bisa belajar dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan menyenangkan.<\/p>\n<p data-start=\"1845\" data-end=\"2056\">Langkah ini juga mendukung kebijakan Merdeka Belajar yang dicanangkan pemerintah, serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan pelestarian budaya.<\/p>\n<p data-start=\"2119\" data-end=\"2350\">Inovasi ini mendapat apresiasi karena mampu menjembatani antara dunia pendidikan dan pelestarian budaya. Tidak hanya memperkaya metode pengajaran, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda.<\/p>\n<p data-start=\"2352\" data-end=\"2587\">\u201cDengan menjadikan budaya sebagai sumber belajar, kami ingin membuktikan bahwa sains tidak harus jauh dari kehidupan sehari-hari, bahkan bisa lebih dekat jika dikemas dengan cara yang kreatif dan digital,\u201d jelas salah satu anggota tim.<\/p>\n<p data-start=\"2589\" data-end=\"2865\">Program PKM-RSH ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu berperan aktif dalam mendorong inovasi pendidikan yang membumi dan berdampak luas. Lewat eksplorasi budaya Bugis, mereka membuka jalan baru dalam pembelajaran fisika yang lebih bermakna dan menyatu dengan kearifan lokal.<\/p>\n<p data-start=\"2872\" data-end=\"3024\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR\u2014 Tradisi budaya tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga bisa menjadi media pembelajaran yang inspiratif. Inilah yang dilakukan tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) lewat Program Kreativitas Mahasiswa Riset&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5418,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[4,7],"tags":[2152,2148,2147,2151,2146,2149,2150,2145,2144],"newstopic":[],"class_list":["post-5404","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","category-pendidikan","tag-beritamakassar","tag-budayabugis","tag-etnofisika","tag-kearifanlokal","tag-macceraarajang","tag-merdekabelajar","tag-pendidikan-inovatif","tag-pkmrsh2025","tag-unismuhmakassar"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5404","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5404"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5404\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5419,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5404\/revisions\/5419"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5404"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5404"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5404"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=5404"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}