{"id":5369,"date":"2025-07-28T22:42:05","date_gmt":"2025-07-28T14:42:05","guid":{"rendered":"https:\/\/timurindonesia.com\/?p=5369"},"modified":"2025-07-28T22:59:34","modified_gmt":"2025-07-28T14:59:34","slug":"bangun-sdm-unggul-atasi-kemiskinan-bkkbn-semuanya-dimulai-dari-keluarga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/bangun-sdm-unggul-atasi-kemiskinan-bkkbn-semuanya-dimulai-dari-keluarga\/","title":{"rendered":"Bangun SDM Unggul &#038; Atasi Kemiskinan, BKKBN: Semuanya Dimulai dari Keluarga"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"299\" data-end=\"615\">MAKASSAR \u2013 Di tengah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 yang berlangsung di Kota Makassar, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga\/BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, mengungkapkan bahwa solusi dua persoalan besar bangsa berawal dari satu hal yaitu keluarga.<\/p>\n<p data-start=\"617\" data-end=\"780\">\u201cPertanyaannya, dari mana kita memulai membangun bangsa? Jawabannya dari keluarga,\u201d tegas Wihaji di hadapan ribuan peserta di Lapangan Karebosi, Senin (28\/7\/2025).<\/p>\n<p data-start=\"782\" data-end=\"1066\">Wihaji menjelaskan bahwa Presiden RI telah menugaskan BKKBN melalui <em data-start=\"850\" data-end=\"860\">Astacita<\/em>, delapan cita-cita pembangunan nasional, untuk menjalankan dua agenda utama: pengembangan SDM unggul dan pengentasan kemiskinan struktural. Keduanya memiliki akar persoalan yang sama yaitu stunting.<\/p>\n<p data-start=\"1068\" data-end=\"1309\">Menurut data BKKBN, prevalensi stunting nasional pada 2024 berada di angka 19,8%. Namun, Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan progres signifikan dengan penurunan dari 27% menjadi 23%, menjadikannya provinsi terbaik kedua setelah Jawa Barat.<\/p>\n<p data-start=\"1311\" data-end=\"1471\">\u201cIni bukan hasil kerja satu pihak. Ini hasil kerja bersama\u2014<em data-start=\"1370\" data-end=\"1382\">pentahelix<\/em>. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media semua terlibat,\u201d ujar Wihaji.<\/p>\n<p data-start=\"1473\" data-end=\"1657\">Ia menekankan bahwa intervensi paling krusial adalah pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Jika terlewat, anak yang mengalami stunting hanya punya peluang pemulihan sekitar 20%.<\/p>\n<p data-start=\"1659\" data-end=\"1788\">\u201cKarena itu, kita harus bertindak di hulu. Pendampingan harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak usia dua tahun,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-start=\"1790\" data-end=\"1948\">Sebagai bentuk dukungan konkret, BKKBN menyalurkan bantuan senilai Rp800 juta bagi 200 keluarga risiko stunting di Sulawesi Selatan hingga akhir 2025.<\/p>\n<p data-start=\"1950\" data-end=\"2071\">\u201cIni bukan sekadar kampanye. Ini adalah bentuk hadirnya negara untuk menjamin gizi ibu dan anak terpenuhi,\u201d tegas Wihaji.<\/p>\n<p data-start=\"2073\" data-end=\"2266\">Ia menutup sambutannya dengan menyerukan agar pembangunan keluarga tidak lagi dipandang sebagai urusan domestik semata, melainkan sebagai pondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.<\/p>\n<p>Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam kesempatan itu menyambut baik pesan Menteri dan menyatakan komitmen penuh untuk menjadikan pembangunan keluarga sebagai program prioritas Pemkot Makassar.<\/p>\n<p>\u201cSemua pihak harus bersatu. Keluarga butuh ekosistem yang sehat, dan negara harus hadir di situ,\u201d pungkas Munafri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR \u2013 Di tengah peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 yang berlangsung di Kota Makassar, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga\/BKKBN RI, Dr. H. Wihaji, mengungkapkan bahwa solusi dua persoalan besar&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5375,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[2050,4],"tags":[758,967,2121,337],"newstopic":[],"class_list":["post-5369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dppkb-makassar","category-news","tag-bkkbn","tag-dppkb-makassar","tag-harganas-2025","tag-makassar"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5369","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5369"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5372,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5369\/revisions\/5372"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5375"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5369"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=5369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}