{"id":335,"date":"2017-08-03T12:12:00","date_gmt":"2017-08-03T12:12:00","guid":{"rendered":"http:\/\/timurindonesia.com\/?p=335"},"modified":"2017-08-03T12:12:00","modified_gmt":"2017-08-03T12:12:00","slug":"syl-usai-gubernur-saya-ingin-bergelar-professor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/timurindonesia.com\/syl-usai-gubernur-saya-ingin-bergelar-professor\/","title":{"rendered":"SYL: Usai Gubernur, Saya ingin Bergelar Professor"},"content":{"rendered":"<p>Makassar, timurindonesia.com &#8211; Amanah sebagai Gubernur Sulawesi-Selatan yang diemban Syahrul Yasin Limpo (SYL) akan berakhir kurang dari setahun lagi. Untuk itu, SYL berencana melanjutkan pendidikannya untuk meraih gelar Profesor.<\/p>\n<p>Hal ini diutarakan SYL saat menjawab pertanyaan salah seorang siswa SMP yang diberikan kesempatan bertanya pada peringatan Hari Anak Nasional di halaman depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis (3\/8).<\/p>\n<p>&#8220;Sebelum berakhir menjadi gubernur bahkan saya bercita-cita menjadi profesor. Saya mencintai mengajar, saya sering memberikan kuliah umum di kampus-kampus, bahkan hingga ke luar negeri saya diminta,&#8221; kata Syahrul.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>SYL sendiri bergelar Doktor (S3) dari Universitas Hasanuddin bidang hukum. Syahrul menulis disertasi berjudul &#8220;Penerapan Prinsip-prinsip Good Governance dalam Pengawasan Fungsional pada Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan&#8221;.<\/p>\n<p>Pada kesempatan tersebut itu pula, Gubernur Sulsel dua periode tersebut mendapat pertanyaan beragam. SYL pun sangat antusias menanggapi dan menjawab langsung pertanyaan siswa dalam sesi dialog tersebut. hary<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makassar, timurindonesia.com &#8211; Amanah sebagai Gubernur Sulawesi-Selatan yang diemban Syahrul Yasin Limpo (SYL) akan berakhir kurang dari setahun lagi. Untuk itu, SYL berencana melanjutkan pendidikannya untuk meraih gelar Profesor. Hal&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":337,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[42,142,190,515,579,592,600,639],"newstopic":[],"class_list":["post-335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-anak","tag-dialog","tag-gubernur","tag-professor","tag-siswa","tag-sulsel","tag-syahrul","tag-usai"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=335"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/335\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=335"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/timurindonesia.com\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}