timurindonesia.com–Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Makassar menggelar Aksi di depan kantor gubernur Sulsel.
Dalam aksinya PMII menyoroti ketimpangan dunia pendidikan di Indonesia, yang dinilai tidak menyentuh secara merata. Mereka juga mengingatkan pemerintah pentingnya pendidikan untuk anak bangsa.
Selain berorasi, aksi yang dilakukan pada Kamis (2/5/2024) jug menyampaikan beberap tuntutan, terlihat Spanduk Putih dengan Tulisan Hitam di bentangkan oleh massa aksi yang bertuliskan “Demokrasi Mati di Negeri Tiran.’
PC PMII Kota Makassar, mendorong pemerintah untuk menjadikan momentum hari pendidikan nasional sebagai momentum untuk berbenah. Mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Ridwan, sebagai Jenderal Lapangan menegaskan bahwa Aksi PMII Hari ini ialah Aksi Damai dalam rangka Peringatan May Day dan Hari Pendidikan Nasional. Ada beberapa poin tuntutan yang di suarakan oleh Anggota dan Kader PMII.
“Pemerintah harus menjamin pendidikan untuk anak bangsa sesuai amanat konstitusi dalam UUD 1945 tentang pendidikan. Karena pendidikan menjadi hal urgent dan patut di prioritaskan. Penerapan pendidikan gratis dan berkualitas menjadi salah satu bukti kemajuan pendidikan di Indonesia” pungkasnya.
Selain itu, Ridwan juga menyampaikan bahwa UU cipta kerja menjadi alat yang menyengsarakan buruh, Seharusnya pemerintah berperan penting untuk melindungi dan mewujudkan kesejahteraan buruh.
“Pemerintah seharusnya mengedepankan Kebijaksanaan demi kepentingan rakyat dan buruh, jangan hanya fokus kepada para pemodal yang hanya merugikan rakyat dan negara” tutupnya.
Ramli Ardiansah, Ketua 1 PC PMII Kota Makassar, yang bertanggung jawab dalam aksi damai tersebut mengatakan bahwa momentum hardiknas menjadi awal dari gerakan jalanan PMII Makassar.
“PMII Makassar telah lama absen dalam perjuangan jalanan, momentum Hardiknas ini ialah Awal Perjuangan kita. Isu yang kita suarakan hari ini tentang pendidikan dan ketenagakerjaan,” katanya.
Namun masih banyak isu yang patut kita suarakan dan perjuangkan di hari esok terutama Isu tentang kriminalisasi aktivis.Tindakan Refresif Aparat dan Isu Lingkungan. Kami akan kembali bersuara dengan lantang dengan massa aksi yang lebih besar daripada hari ini.
Menghampiri Jam 18.00 Wita, Jenderal Lapangan mengarahkan kepada Massa Aksi untuk meninggalkan lokasi aksi dan membubarkan diri sebagai penanda bahwa berakhirnya Aksi Damai pada hari ini.
Adapun beberapa poin yang menjadi tuntutan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia pada hari ini:
1. Wujudkan Pendidikan Gratis dan Berkualitas
2. Hentikan Ketimpangan Pendidikan di Indonesia
3. Tangkap dan Adili Pelaku Kejahatan di Dunia Pendidikan
4. Cabut UU Cipta Kerja
5. Mendorong Pemerintah untuk memberikan Sanksi terhadap Perusahaan yang Nakal di Kota Makassar
6. Batasi Pekerja Asing di NKRI.










