Pelantikan Kaukus Parlemen Se – Sulsel Gubernur Bicara Tentang Korona dan DBD

19
Bagikan via

Oleh: Akbar

Timurindonesia.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, turut hadir di rapat paripurna Pelantikan dan pengukuhan anggota Kaukus Perempuan Parlemen se – Sulsel yang digelar di gedung DPRD Sulsel Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (13/3).

Dalam pidatonya, Nurdin Abdullah berharap, setelah pelantikan Kaukus Parlemen Sulsel agar menjadi mitra pemerintah provinsi Sulsel. “Tentu saya ingin menyampaikan selamat, saya menitipkan harapan dengan kaukus parlemen untuk membantu pemerintah terhadap anak anak kita yang kurang gizi dan pendidikan rendah,” kata pemilik tagline prof Andalan itu.

“Tentu kita juga berharap bahwa anak- anak kita yang tumbuh baik akan menjadi masa depan bangsa. Tentu saya berharap banyak, kehadiran kaukus parlemen ini mampu mendorong bagaimana potensi yang di Sulsel ini, baik dalam bidang politik dan usaha,” bebernya.

Mantan Guru Besar universitas Hasanuddin ini bercerita, sejak menjadi bupati di Bantaeng hingga sekarang menjabat sebagai Gubernur Sulsel. Pemerintah yang dipimpinnya selalu melibatkan kaum hawa. Alasannya, perempuan memiliki integritas yang tinggi.

“10 tahun saya memimpin di Bantaeng, baik lurah, camat, dinas, kebanyakan perempuan. Karena, Ibu – ibu ini, punya integritas, dan integritasnya tidak bisa kita ragukan, lebih care, dan lebih patuh, itu pasti,” katanya.

Sementara itu, Nurdin juga menghimbau para Kaukus Parlemen agar melakukan sosialisasi terkait virus korona atau Covid-19 yang kini penyebarannya hampir di seluruh Dunia, termasuk Indonesia. Namun selain Covid-19, NA meminta masyarakat di Sulsel agar mewaspadai juga Demam Berdarah (DBD).

“Virus korona ini, di Sulsel belum ada terjangkit. Saya ingin menyampaikan penularan virus ini, bukan melalui udara, tapi lewat benda – benda. Termasuk mungkin kita bertemu siapa, jabat tangan, nah ini bisa menjadi penyebab,
ini sangat mungkin terjangkit ke kita jika tidak hati hati. Tapi kita juga harus mewaspadai DBD, ini adalah siklus tahunan,” kata NA.

“Melalui kaukus parlemen ini, agar bisa melakukan sosialisasi soal DBD, dan menyampaikan ke Dinas Kesehatan dan dinas terkait,” tambahnya.

Sementara, ketua Kaukus Parlemen Perempuan DPRD Sulsel, Rismawati Kadir Nyampa menegaskan, sekarang, saatnya perempuan ikut andil dalam kemajuan bangsa dan negara. Melalui kaukus Parlemen Sulsel, Rismawati berharap legislator dari kaum hawa meningkatkan kualitas dan kuantitasnya.

“Di era sekarang ini, dibutuhkan legislator perempuan untuk tidak henti – hentinya meningkatkan kualitas dan meningkatkan sumber daya manusia. Agar tidak lagi dipandang sebelah mata, hingga kemudian terbantahkan perempuan tak hanya mengurus kecantikan dan pensil alis,” katanya disambut riuh para legislator DPRD Sulsel, kabupaten dan kota, yang turut hadir di acara tersebut.

Leave a Reply