Dinkes Makassar Gelar Pertemuan Implementasi dan Evaluasi e-Logistik

12
Bagikan via

Makassar, Timurindonesia.com – Dinas Kesehatan Makassar mengelar pertemuan implementasi dan evaluasi e-logistik di Hotel Grand Imawan Makassar. Kegiatan ini sebagai bentuk upaya kesehatan dasar dan menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang cukup.

Obat sebagai salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, kemampuan masyarakat Indonesia membutuhkan obat-obatan sebagai salah satu komponen esensial seringkali dihadapkan pada kemampuan daya beli yang rendah dalam mendapatkan obat-obatan.

“Untuk itu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah memiliki komitmen untuk membantu penyediaan obat bagi masyarakat di pelayanan kesehatan dasar dan menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang cukup tersebar secara merata dengan mutu terjamin tersedia pada saat dibutuhkan sehingga mudah diperoleh pada tempat dan waktu yang tepat,” kata Kadis Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin, dikonfirmasi, Kamis 29 Agustus 2019.

Obat berperan untuk mendukung pelayanan kesehatan di semua tingkat pelayanan kesehatan pentingnya pengelolaan logistik diprediksi akan meningkatkan khususnya daerah jaminan kesehatan nasional.

Manajemen logistik obat yang baik akan memberikan kemudahan untuk mengelola pengadaan penyimpanan dan distribusi dalam rangka memenuhi permintaan pasien yang semakin lama semakin meningkat.

“Selain kompleksitas organisasi pengelolaan logistik sendiri merupakan proses yang unik, mulai dari proses perencanaan pembelian obat distribusi obat penggunaan obat dan manajemen operasional, pengelolaan logistik, tidak heran jika pengolahan informasi dalam proses tersebut menjadi sangat vital sehingga perlu adanya instrumen elektronik dalam membantu pengambilan keputusan di setiap proses siklus pengelolaan logistik acara yang diselenggarakan di Makassar,” jelasnya.

Adanya data kesediaan data ketersediaan obat di Provinsi atau Kabupaten Kota akan mempermudah penyusunan prioritas bantuan maupun inventer Fancy program di masa yang akan datang sehingga suatu daerah yang pernah mengalami kekosongan obat dapat segera tertangani untuk memperoleh data ketersediaan obat di Provinsi dan Kabupaten kota.

Maka perlu dilakukan kegiatan implementasi aplikasi logistik untuk mendukung penyediaan dalam data yang cepat Tepat dan akurat

“Semoga dengan pertemuan implementasi dan evaluasi logistik dapat meningkatkan kemampuan petugas dalam mengelola pelaporan di Puskesmas agar dapat menghasilkan petugas yang handal dalam melayani masyarakat di Indonesia terus di Kota Makassar,” tutup dia.

Leave a Reply