Bappenas: Kurang Gizi dan Penyakit Infeksi Penyebab Stunting

27
Bagikan via

Makassar, Timurindonesia.com – Terjadinya stunting diakibatkan oleh input gizi yang kurang serta adanya penyakit infeksi.

Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, STP, MS, Ph.D. Menurutnya, penyakit infeksi diakibatkan oleh lingkungan yang mengakibatkan cacingan dan diare.

“Semuanya kembali pada pola asuh, pelayanan kesehatan dan lingkungan yang sangat mempengaruhi,” katanya di Hotel Claro, Makassar, Jumat (2/8).

Ia menambahkan, saat ini pemerintah Indonesia juga tengah fokus pada gizi remaja sebagai salah satu prioritas nasional. Sedangkan untuk evaluasi percepatan penanganan stunting dilakukan dengan berbagai survei di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan, Prof Imran menyampaikan, stunting dari tahun ke tahun mengalami penurunan berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) termasuk tahun 2018. Meski, jumlahnya masih cukup besar.

“Karena itu 1000 hari kehidupan selama masa kehamilan hingga kelahiran dan selama masa bayi berumur dua tahun sangat penting untuk mendapat intervensi,” katanya.

Ia menuturkan, stunting yang dipengaruhi oleh sosial, ekonomi dan sanitasi harus dicegah dan ditangani melalui berbagai pendekatan. Salah satunya pendekatan sensitif untuk mempercepat determinan-determinan untuk penurunan stunting

“Utamanya pada penggunaan air bersih yang harus dipastikan, termasuk sanitasi air minum yang aman,” ujarnya.

Leave a Reply