Diskominfo Paparkan Keunggulan Smart City Depan Delegasi India-Vietnam

28
Bagikan via

Makassar, Timurindonesia.com — Pemerintah Kota Makassar kini kian menggenjot Program Makassar Sombere’ & Smart City salah satunya dengan memperkenalkan keunggulannya di tingkat nasional hingga internasional.

Seperti yang dilakukan Sekretaris Dinas komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar Denny Hidayat di hadapan sejumlah delegasi India dan Vietnam yang tengah berkunjung di Gedung Balaikota Makassar, Jumat (26/4/2019).

Denny memaparkan berbagai keunggulan Makassar sebagai Smart City selama satu jam lebih, termasuk berbagai capain dari sejumlah implementasi program yang berjalan di Kota Makassar.

“Pengelolaan kota sehat dan cerdas di Kota Makassar tidak terlepas dari narasi besar kami yakni Makassar Sombere’ & Smart City,” ungkapnya.

Secara implementasi teknis, ini tentu sangat berhubungan dengan pengambilan keputusan tentang infrastruktur transportasi, lingkungan, sanitasi, pendidikan, rekreasi, teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Alhamdulillah, revolusi layanan kota melalui Makassar NTPD 112 memberikan kemudahan baru bagi masyarakat dalam mengakses seluruh layanan kota,” ungkapnya.

Termasuk dari segi pelayanan yang berdampak besar terhadap kesehatan, bahkan yang berada di luar sektor kesehatan.

Menurut Denny, untuk menuju kota lebih sehat dengan cara lebih smart, pemerintah Kota Makassar melakukan kemitraan smart city dan struktur koordinasi kesehatan kota guna memberi nilai tambah melalui sasaran dan metrik kesehatan yang lebih baik pada proyek infrastruktur dan TIK yang diusulkan, meningkatkan interoperabilitas sistem data.

Ketika pengambilan keputusan tersebut mampu diselaraskan melalui TIK, kata dia, tentu harapannya dapat memperbaiki akses terhadap layanan kesehatan, mengurangi gaya hidup tidak sehat dan faktor resiko lingkungan untuk gizi buruk dan penyakit.

Ia menjelaskan tentu saja, program dengan sentuhan digital tersebut, telah memberikan solusi pengelolaan kesehatan dalam konteks Smart City, mengurangi waktu, mengurangi biaya, mengintegrasikan data untuk pengambilan keputusan, dan memberdayakan waktu bagi warga kota dalam mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik.

Pertemuan lintas negara ini di fasilitasi oleh International Organization for Migration (IOM)vdan United States Agency for International Development (USAID) sebagai bagian dari implementasi MoU dengan Pemerintah Kota Makassar terkait proyek Building healthy City (BHC).

Dalam pertemuan ini, hadir Amanda Pomeroy Steven selaku Director of Building Healthy Cities Project, Dr Wali Mohammad Raz, Senior Migration Health Advisor IOM Indonesia, Dr Damodar Bachani, Deputi Director of BHC Project, Dr Ahmad Isa, National Migration health Officer IOM Makassar, Dr Pravin Kumar selaku Chief Medical and Health office Indore city, Mr Nguyen Tien Hong, selaku Voice Director Department of Health Da Nang city, Vietnam.

Leave a Reply